Indra Kurniawansyah

Sharing Infomasi, Tips, Tutorial, & Banyak Hal

Menu

Arjuna

Oleh INDRA

Arjuna adalah salah satu dari Pandawa lima yang terkenal tampan dan lembutan serta suka menolong. Tokoh paling tangguh dalam kisah Mahabharata dengan kemampuan memanah yang tiada duanya. Sering hadir dalam kisah Mahabharata berbentuk kolosal dan juga berbagai cerita pewayangan di wilayah Jawa, Bali, Madura, dan Lombok.

Arjuna Pandawa Lima

Masyarakat di daerah-daerah tersebut juga mengenal sosok Arjuna dari kakawin atau bentuk syair yang tertulis dalam bahasa Jawa kuno. Kakawin yang berisikan cerita tentang tokoh wayang Arjuna di antaranya adalah Kakawin Arjunawiwāha, Kakawin Pārthayajñā, dan Kakawin Pārthāyana.

Penggemar cerita wayang pasti tidak asing mendengar namanya. Kehadiran Arjuna dalam setiap cerita wayang memang cukup penting. Ia selalu memegang kendali dalam setiap jalan cerita.

Perannya yang cukup penting dalam cerita pewayangan rasanya cukup wajar, mengingat asal-usul serta latar belakang kehidupannya.

Arjuna yang merupakan salah satu dari Pandawa Lima memang dianugerahi sebuah keistimewaan, tidak berbeda jauh dengan keberadaan saudara-saudaranya yang lain.

Keistimewaan itulah yang membuat sosoknya berbeda. Konon, selain terkenal karena postur tubuh yang gagah, wajah yang tampan, Arjuna juga dianugerahi kepintaran dalam memimpin. Darah yang mengalir dalam tubunya bukanlah darah biasa, sebagian darah dewa mengaliri tubuhnya. Faktor itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa wayang Arjuna begitu istimewa.

Arjuna dalam Cerita Pewayangan

Dalam cerita Mahabharata, tokoh Arjuna adalah seorang pria yang berkarakter mulia, memiliki jiwa kesatria, teguh pendirian, dan gagah berani.

Selama perjalanan hidupnya, Arjuna memiliki nama lebih dari satu, nama-nama tersebut berhubungan dengan kepribadiannya. Nama-nama tersebut diantaranya Dananjaya, Phālguna, Jishnu, Wibatshu, dan Wijaya.

Tokoh yang gagah berani ini merupakan satu diantara lima punggawa Pandawa. Dalam bahasa Sanskerta berarti anak pandu. Dengan kata lain, Pandawa adalah anak mahkota dari kerajaan Hastinapura. Mereka adalah Nakula, Sadewa, Bima, Yudistira dan Arjuna.

Dalam cerita, disebutkan bila diantara para punggawa Pandawa yang lain, Arjuna adalah punggawa yang paling teguh. Terutama ketika ia tengah bertapa. Sekuat apapun gangguan yang datang hal itu tidak akan membuat konsentrasinya terganggu. Ia akan tetap fokus.

Selain itu, kelihaian tokoh ini dalam menggunakan panah pun melebihi kemampuan saudara-saudaranya yang lain sesama pandawa. Kemampuan memanah Arjuna benar-benar tidak usah diragukan.

Ia mampu mengalahkan seekor buaya yang menyerang gurunya, Dorna. Dorna lantas memberi Arjuna sebuah hadiah berupa astra yang bernama Brahmasirsa. Kemampuannya memanah pun membuat Dropadi terpesona.

Dalam cerita epik Mahabharata, Arjuna memenangkan kontes pemilihan “pasangan” bagi Dropadi berkat keahliannya dalam memanah. Ia mengalahkan para kontestan lainnya.

Segala kelebihan yang dimilikinya, seperti wajah yang rupawan, kepribadian yang menarik, dan kepandaiannya dalam memanah membuat para gadis di wilayahnya menjadi tergila-gila. Meskipun begitu, ia tidak lantas memanfaatkan kelebihannya untuk menarik hati banyak wanita. Arjuna hanya mencintai Subadra, yang nantinya memberinya seorang putra bernama Abimanyu.

#Arjuna dan Latar Belakangnya

Arjuna terlahir dari seorang wanita bernama Dewi Kunti, dengan ayah adalah seorang Raja Hastinapura bernama Prabu Pandudewanata. Ia terlahir dengan wajah yang rupawan serta kepribadian yang lembut.

Arjuna ini sudah memiliki cerita menakjubkan, bahkan jauh sebelum ia dilahirkan. Ayah dari tokoh ini bernama Prabu Pandudewanata. Prabu Pandudewanata sebenarnya tidak bisa memiliki keturunan.

Ketidakmampuannya dalam memiliki keturunan akibat dikutuk oleh seorang penyair suci yang mendapatkan wahyu atau biasa disebut resi. Kekurangan yang dimiliki oleh Prabu Pandu ternyata berbanding terbalik dengan keadaan yang menimpa Dewi Kunti.

Dewi Kunti justru mendapatkan anugerah dari seorang suci. Anugerah tersebut berupa kemampuan memanggil Dewa-Dewa sesuai dengan kebutuhannya. Anugerah yang dimilikinya tersebut, juga bisa digunakan untuk meminta sesuatu, dan Dewi Kunti pun meminta kehadiran seorang putra dalam kehidupannya, maka lahirlah Arjuna.

#Perang Barathayuda

Perang Barathayuda dikenal juga dengan nama pertempuran Kurukshetra. Dalam peperangan itu, Pandawa bertarung melawan para Kurawa yang dipimpin oleh Bisma. Kurawa dan Pandawa sebenarnya masih memiliki hubungan kekerabatan, maka dari itu pada saat peperangan terjadi Arjuna tidak membunuh Bisma karena alasan segan. Namun pada akhirnya, Ia tetap membunuh Bisma dan melanjutkan dengan melawan Jayadrata.

Perang Barathayuda tidak berhenti sampai di situ. Setelah berhasil mengalahkan Jayadrata dengan bantuan Kreshna, Arjuna kembali harus bertarung dengan Kurawa, kali ini ia berhadapan dengan Karna. Ketika melawan Karna itulah, batin dari tokoh ini kembali ragu.

Saat itu, kereta kuda yang ditunggangi Karna terjatuh, dalam etika peperangan, melawan musuh yang sedang dalam keadaan tidak berdaya ternyata bukan tindakan yang kesatria, Arjuna pun menghentikan penyerangannya.

Berkat dorongan dari Khresna yang mengingatkan bahwa Abimanyu juga diserang saat dalam keadaan tidak berdaya, emosi dan dendam yang ada dalam dirinya kembali bergejolak. Mengingat anaknya Abimayu yang tewas dalam pertempuran sebelumnya, membuat Arjuna tanpa ragu untuk melesatkan panahnya tepat di kepala Karna. Diakhir cerita dikisahkan para Pandawa memenangkan peperangan Barathayuda.

#Arjuna Punya Cerita

Setelah kemenangannya dalam perang Barathayuda, ia diceritakan menjadi raja dari kerajaan Jayadrata.

Dalam pewayangan Jawa, kematiannya diceritakan sebagai kematian moksa atau mati dengan cara yang sempurna, bersama dengan keempat saudaranya yang dikenal dengan nama pandawa lima, di atas gunung Himalaya.

Selayaknya seorang ksatria, tokoh ini juga memiliki pusaka. Diceritakan bahwa pusaka yang dimiliki oleh Arjuna jumlah dan macamnya sangatlah banyak.

Pusaka tersebut di antaranya adalah Keris Kiai Kalanadah yang merupakan hadiah dari Gatotkaca, Panah Sangkali hadiah dari Resi Dorna, dan Keris Pulanggeni yang telah ia berikan kepada Abimanyu.

Perbedaan cerita Mahabharata dan pewayangan tentang Arjuna juga berkenaan dengan jumlah wanita yang dinikahi Arjuna. Dalam pewayangan, wanita yang menjadi istri dari Arjuna berjumlah 16 orang. Dari ke 16 wanita tersebut, Arjuna memiliki 14 putra dan putri. Salah satu di antaranya adalah Abimanyu. Pada cerita inilah, sekaligus diperkenalkan sosok Srikandi sebagai wanita pendamping Arjuna.

#Sosok Arjuna Masa Kini

Ketampanan serta kepiawaian memikat hati wanita yang dimiliki oleh tokoh ini memang tidak bisa tergantikan. Ketampanannya bahkan seringkali disebut-sebut untuk menggambarkan ketampanan seorang pria yang hidup di masa kini. Pria yang tidak hanya sekadar tampan, tapi juga memesona.

Arjuna memang terlihat sempurna. Ia adalah ksatria dengan wajah tampan, keahlian yang mumpuni dalam segala bidang, serta sifat penyayang pada semua wanita. Tidaklah mengherankan jika lelaki tampan dan berakhlak mulai dewasa ini sering mendapat julukan Arjuna.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Komentar akan langsung tayang tanpa moderasi kecuali komentar mengandung spam dan rasis. Untuk itu isilah komentar dengan bijak tanpa spam dan rasis apalagi ujaran kebencian dan caci maki. Agar komentar anda langsung aktif.

Informasi Menarik Lainnya

Author: INDRA

Saya adalah Blogger pemula yang senang berbagi. Alumni salah satu Pondok Pesantren yang ada di kota Bengkulu. Pernah kuliah di STIE Depok jurusan Akutansi Perbankan. Juga pernah merasakan pahit manis kuliah di IAIN Bengkulu jurusan Bahasa Inggris.


#TAG Terkait: ,