Indra Kurniawansyah

Tempat Sharing Wisata, Bisnis, & Banyak Hal

Menu

Cara Budidaya Tanaman Jamur Tiram

Inilah Cara Budidaya Tanaman Jamur Tiram sederhana di rumah yang cocok untuk pemula. Cara dan prosesnya relatif mudah dipelajari serta dipraktekan. Untuk modalnya juga relatif murah.

Cara Budidaya Tanaman Jamur Tiram

Tanaman jamur adalah salah satu bahan makanan yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bahkan, menjadikan jamur sebagai komoditas utama dalam suatu bisnis bisa sangat menjanjikan bila Anda memang mau menekuninya dengan serius. Bila Anda tertarik untuk berbisnis jamur, Anda pun harus mengetahui seluk-beluk cara membudidayakannya dengan baik.

Salah satu jenis jamur yang saat ini sangat digemari oleh banyak orang adalah jamur tiram. Jamur tiram disukai karena teksturnya yang lembut, kenyal, dan tentunya memiliki kandungan gizi yang tinggi. Maka tak heran, saat ini banyak orang yang akhirnya melirik jamur tiram ini sebagai ladang bisnis yang menggiurkan. Berbisnis jamur tiram memang bisa sangat menguntungkan, selain permintaan pasar yang cukup tinggi, cara budidayanya pun tergolong mudah.

Jamur tiram ini memiliki ciri fisik yang khas, yaitu berwarna putih dan memiliki tudung yang persis seperti cangkang tiram. Jamur tiram ini hidup di tempat dengan suhu sejuk, karena itu jamur seperti ini biasanya ditemukan di hutan pegunungan. Jamur tiram termasuk jenis jamur kayu, yaitu jamur yang akan tumbuh di batang pohon atau batang kayu yang lapuk.

Nah, dari beberapa ciri atau karakteristik jamur tiram di atas, Anda tentunya sudah bisa mengira-ngira apa yang harus dipersiapkan bila ingin membudidayakan jamur tiram tersebut. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan lebih lanjut tentang cara budidayanya.

Ruang Budidaya Tanaman Jamur Tiram

Hal pertama yang harus disiapkan adalah lahan berupa ruangan untuk budidaya jamur. Anda harus memiliki rumah jamur atau yang kerap disebut kumbung. Kumbung biasanya dibangun dengan kayu/bambu dengan dinding anyaman bambu (gedék), hal ini berguna untuk mendukung kebutuhan suhu dan kelembaban udara bagi jamur tiram yang dibudidayakan. Kumbung sendiri sebaiknya terdiri dari beberapa ruangan.

1. Ruangan Inokulasi

Ruangan ini berfungsi untuk melakukan kegiatan penanaman atau memasukkan bibit jamur tiram pada media tanam yang sudah disiapkan. Mengapa penanaman bibit ini membutuhkan ruangan khusus? Karena dalam proses ini baik bibit mau media tanam harus dalam keadaan yang cukup steril dan bersih. Karena itu, ruang inokulasi ini harus bersih, serta bebas dari kontaminasi mikroorganisme lain yang bisa mengganggu pertumbuhan jamur tiram.

2. Ruangan Inkubasi

Ruangan ini berfungsi sebagai tempat pertumbuhan jamur-jamur tiram setelah diinokulasi. Ruangan ini sebaiknya minim cahaya (tapi tidak gelap), memiliki suhu 22-28°C dan kelembaban sekitar 60-80%. Pada tahap inkubasi ini, diharapkan miselium jamur bisa tumbuh dengan baik dan merata.

3. Ruangan Produksi/ Ruang Pembesaran Bibit

Ruang produksi ini adalah tempat bagi bibit-bibit jamur yang sudah melalui tahap inkubasi dan tempat menumbuhkan jamur hingga jamur membesar (dewasa/siap panen). Ruangan ini harus memiliki suhu 16-22°C dengan kelembaban sekitar 80-90%.

Selain mempersiapkan kumbung, siapkan pula rak-rak untuk penempatan media berisi bibit jamur. Rak-rak ini bisa terbuat dari bambu atau kayu.

#Alat dan Bahan

Bila Anda sudah menyiapkan rumah jamur atau kumbung sesuai persyaratan, berikut ini adalah beberapa alat dan bahan yang harus Anda persiapkan untuk budidaya jamur tiram.

Alat:

  1. Kantong plastik untuk media tanam
  2. Karet gelang untuk mengikat
  3. Sekop, baik sekop besar maupun sekop kecil
  4. Cincin paralon/pipa
  5. Kapas
  6. Drum yang dimodifikasi seperti dandang/kukusan
  7. Karung

Bahan:

  1. Bibit jamur tiram dengan kualitas bagus.
  2. Serbuk kayu untuk media tanam
  3. Bekatul
  4. Kapur (CaCo3)
  5. Pupuk TSP
  6. Air

#Proses Budidaya

Sekarang mari kita melangkah ke proses budidaya jamur tiram. Proses ini sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit, namun tetap dibutuhkan ketekunan dan ketelitian agar menghasilkan jamur tiram yang bagus saat panen tiba.

Pembuatan media tanam:

  1. Campur bahan media tanam seperti serbuk kayu, bekatul, kapur, pupuk TSP dengan perbandingan 100:15:4:1%
  2. Remas bahan media tanam untuk mengetahui kandungan air. Media yang baik adalah media tanam yang masih menggumpal dan air tidak menetes ketika sudah diremas.
  3. Media tanam difermentasi dengan cara dimasukkan ke dalam karung.
  4. Campuran media tanam tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik hingga penuh, jangan lupa padatkan.
  5. Masukkan cincin paralon pada ujung kantong plastik dan sumbat dengan kapas secukupnya, setelah itu baru diikat dengan karet gelang. Media tanam seperti ini juga kerap disebut dengan baglog. Bila Anda sangat pemula dalam budidaya jamur ini dan kesulitan membuat media tanam seperti ini, Anda bisa membeli baglog siap pakai.
  6. Langkah selanjutnya adalah sterilisasi media. Masukkan air dalam drum yang sudah dimodifikasi seperti dandang, masukkan media, lalu panaskan di atas api selama sekitar 8 jam. Selain dengan drum, sterilisasi bisa menggunakan autoclave yang bisa memakan waktu sterilisasi yang jauh lebih singkat.

Produksi jamur:

  1. Masukkan atau tanam bibit jamur pada media yang sudah disiapkan. Jangan lupa untuk menggunakan peralatan yang selalu steril.
  2. Segera tutup kembali lubang baglog dengan kapas dan ikat dengan karet gelang.
  3. Letakkan baglog di ruang inkubasi hingga miselium tumbuh merata dengan baik. Umumnya, pertumbuhan miselium ini memakan waktu sekitar 45-60 hari.
  4. Setelah miselium jamur tumbuh rata, pindahkan baglog ke ruang produksi dan buka penutup media (kapas). Semprot dengan air sekitar 2-3 kali sehari dan lakukan secara teratur setiap hari.
  5. Sekitar 2 minggu kemudian, jamur tiram sudah siap untuk dipanen.

#Penanganan Pasca Panen

Cara budidaya jamur tiram memang terkesan mudah namun butuh ketelitian tinggi agar hasil panen memiliki kualitas yang bagus. Namun, faktor yang tak kalah penting dalam menghasilkan jamur tiram berkualitas tinggi bukan hanya pada proses produksi jamur tiram saja. Penanganan pascapanen pun punya peran yang cukup penting agar kualitas jamur terjaga dan bisa laku di pasaran.

1. Pembersihan

Setelah jamur tiram dipanen, upaya pembersihan wajib segera dilakukan. Cuci jamur tiram dengan air bersih dan segar.

2. Penyortiran

Jamur yang sudah dibersihkan kemudian disortir berdasarkan ukuran dan juga bentuknya, sehingga nantinya konsumen mendapatkan jamur tiram dengan ukuran atau bentuk yang seragam.

3. Pengemasan

Jamur yang siap dipasarkan sebaiknya dikemas dalam plastik kedap udara, sehingga kualitas jamur pun bisa bertahan lebih lama.

4. Transportasi

Umumnya, kesegaran jamur tidak bertahan lama. Dikemas dalam plastik kedap udara pun biasanya hanya bertahan selama sekitar 3-5 hari saja. Maka dari itu sebaiknya jamur yang sudah dikemas sebaiknya segera dipasarkan dan diangkut ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Bila wilayah pasar cukup jauh dari tempat produksi, sebaiknya transportasi produk jamur tiram ini dilengkapi dengan pendingin sehingga kesegaran jamur bisa lebih awet.

Demikianlah cara budidaya tanaman jamur. Semoga informasinya bermanfaat bagi para pembaca.

+++++++++++++++++++++++++++++++++


Komentar akan langsung tayang tanpa moderasi kecuali komentar mengandung spam dan rasis. Untuk itu isilah komentar dengan bijak tanpa spam dan rasis apalagi ujaran kebencian dan caci maki. Agar komentar anda langsung aktif.
+++++++++++++++++++++++++++++++++

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Informasi Menarik Lainnya