Indra Kurniawansyah

Tempat Sharing Wisata, Bisnis, & Banyak Hal

Menu

Budidaya Jamur

Budidaya jamur kini banyak digeluti orang karena merupakan sebuah peluang usaha yang menjanjikan. Salah satu budidaya yang banyak digeluti saat ini adalah jamur tiram. Bagaimana langkah-langkah budidayanya? Simak penjelasannya di sini.

Budidaya jamur

Saat ini bahan makanan olahan yang berasal dari jamur sudah tidak asing lagi ditemukan di tengah masyarakat. Anda dapat menemui aneka menu jamur di berbagai rumah makan, warung, bahkan kedai kaki lima. Salah satu jenis jamur yang populer sebagai bahan dasar adalah jamur tiram (jamur kayu) atau dalam bahasa latin disebut Pleurotus ostreatus.

Manfaat Jamur Tiram

Jamur tiram adalah bahan makanan yang mempunyai kandungan protein tinggi sehingga dianggap sangat bergizi. Selain itu kandungan lain yang tak kalah besar adalah vitamin dan mineral. Sebaliknya, jamur tiram dianalisis berkarbohidrat dan berlemak rendah, sehingga nilai kalorinya tidak terlampau tinggi.

Selain lezat dikonsumsi sebagai bahan makanan, beberapa kalangan mempercayai jamur tiram bermanfaat bagi penderita penyakit diabetes, dan bersifat antikanker. Kandungan seratnya yang tinggi akan membantu melancarkan pencernaan dan menurunkan berat badan.

Budidaya Jamur Tiram

Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk makanan yang berasal dari jamur, maka pembudidayaan jamur tiram pun kian berkembang. Permintaan bahan baku jamur tiram meningkat demi memenuhi permintaan pasar.

Banyak pengusaha kecil yang mengembangkan usaha budidaya jamur tiram membutuhkan bibit-bibit induk unggulan. Peluang ini dapat Anda manfaatkan dengan menjadi penyedia bibit jamur tiram pagi para pengrajin. Bibit ini nantinya akan diproduksi secara massal oleh para pengrajin.

Langkah Pembuatan Media Bibit Induk

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat media bibit induk jamur tiram.

  • Campur bahan media (biji-bijian atau serbuk gergaji) dengan perbandingan 1:1.
  • Cuci semua bahan, kemudian rebus dalam panci selama setengah jam.
  • Tiriskan bahan yang sudah direbus menggunakan ayakan. Beri tambahan kapur CaCl3 dan gypsum CaSO4 sebanyak masing-masing 1%. Beri sedikit vitamin B kompleks (bisa juga menggunakan bekatul 15%).Tambahkan air sampai pH mencapai 7.
  • Campuran bahan tersebut dimasukkan dalam kantong-kantong plastik hitam (polybag) atau botol-botol. Proses ini harus dilakukan pada hari yang sama. Isi wadah kira-kira separuh, sumbat mulut wadah dengan kapas atau kapuk, lalu ditutup lagi dengan kertas aluminium atau koran. Ikat kuat.
  • Lakukan sterilisasi terhadap semua wadah yang telah diisi. Proses ini juga dilakukan pada hari yang sama menggunakan autoclave (selama 2 jam, pada suhu 121 derajat Celcius, tekanan 1 lb).
  • Berselang sehari, lakukan inokulasi jika suhu media sudah mencapai suhu kamar. Inokulasi dilakukan dari biakan murni ke media PDA dengan perkiraan 2 sampai 3 koloni miselium per wadah.
  • Inkubasi (diamkan) semua wadah dalam ruang inkubasi yang bersuku sekitar 22 sampai 28 derajat Celcius.
  • Jangan lupa mengguncang botol atau wadah bibit (dua/ 3 kali) setiap hari, agar penyebaran pertumbuhan jamur merata dan tidak terjadi gumpalan.
  • Wadah bibit akan mulai ditumbuhi jamur yang merata.
  • Jamur yang sudah jadi akan digunakan sebagai bibit induk untuk perbanyakan lagi selama 2 kali putaran. Apabila tidak langsung digunakan, bibit induk ini dapat disimpan dalam lemari pendingin selama satu tahun.

Bibit-bibit induk (inokulan) yang sudah jadi dapat Anda jual dan salurkan ke perkumpulan pembiak jamur tiram yang ada di sekitar Anda untuk diproduksi secara besar. Selamat mencoba!

Review Budidaya Jamur

Terbaru di Peluang Usaha | Diposting oleh Indra, Sabtu 2 Februari 2019.

Inilah Cara Budidaya Tanaman Jamur Tiram sederhana di rumah yang cocok untuk pemula. Cara dan prosesnya relatif mudah dipelajari serta dipraktekan. Untuk modalnya juga relatif…