Indra Kurniawansyah

Sharing Infomasi, Tips, Tutorial, & Banyak Hal

Menu

Makanan Khas Jogja

Makanan Khas Jogja adalah kuliner asli olahan penduduk lokal provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Memiliki cita rasa khusus dengan pengolahan tradisional yang diwariskan secara turun temurun. Berikut kami sajikan informasi secara lengkap dibawah ini.

Makanan Khas Jogja

Yogyakarta selalu memiliki hal menarik serta unik untuk disajikan pada para pengunjungnya, mulai dari tempat wisata belanja, budaya, sejarah, hingga makanan khas Yogyakarta. Hal-hal menarik tersebut dimiliki tanpa sedikit pun tergerus arus modernitas. Keaslian budaya yang dimiliki Yogyakarta masih tetap dipertahankan, pun dengan makanan khas Yogyakarta.

Sebagai salah satu hal yang menarik dari Kota Yogyakarta, makanan khas memang tidak bisa ditinggalkan. Belum ke Yogya rasanya jika belum menyempatkan untuk jajan kuliner khas Yogyakarta. Keistimewaan masyarakat Yogyakarta, sekilas akan terlihat dalam setiap sajiannya. Yaitu, kepribadian yang sederhana, gak neko-neko, dan apa adanya.

Identitas yang disebutkan di atas memang menjadi identitas bagi sebagian besar masyarakat Jawa, terutama Yogyakarta. Pengaruh kesultanan yang menjadi identitas Yogyakarta sepertinya cukup besar membentuk kepribadian masyarakat Yogyakarta secara keseluruhan. Bahwa sikap lemah lembut, alon-alon para warga keraton, menular hingga ke luar keraton. Bahwa sikap lemah lembut tersebut nantinya berbanding lurus dengan kesederhanaan dan apa adanya.

Sepertinya, perilaku itulah yang kemudian ikut memengaruhi racikan pada setiap makanan khas Yogyakarta. Kesan sederhana begitu kuat terasa pada bahan-bahan serta bumbu yang digunakan. Uniknya, dengan kesederhanaan itu, masyarakat Yogyakarta tetap mampu menyuguhkan makanan dengan citarasa yang menggugah selera.

Makanan Khas Yogyakarta – Belum Lengkap Jalan Ke Yogyakarta Tanpa Wisata Kuliner

Setiap daerah di Indonesia memang memiliki makanan khas. Makanan khas tersebut menjadi daya tarik yang tanpa disadari menjadi salah satu faktor pertimbangan ketika akan mengunjungi sebuah daerah. Selain menikmati udara tempat wisata yang dikunjungi, para wisatawan juga ingin menikmati citarasa lezatnya sajian kuliner khas di tempat wisata tersebut.

Selain tempat-tempat yang indah, makanan khas dengan rasa yang unik dan lezat juga wajib Anda nikmati. Jika tidak, kunjungan ke tempat wisata tersebut belum lengkap. Pun ketika Anda mengunjungi Yogyakarta. Daerah yang memang istimewa ini memiliki cukup banyak kuliner penggoyang lidah. Dengan harga yang bersahabat, Anda akan kenyang berwisata di kota ini tanpa menguras isi dompet.

Daerah Istimewa Yogyakarta memang istimewa. Sesuai namanya. Mulai dari tempat wisata sejarah berupa candi-candi, tempat wisata budaya yang bisa Anda nikmati ketika berkeliling ke Keraton Yogyakarta, wisata belanja di pasar Malioboro dan Beringharjo, hingga wisata kuliner di sepanjang kota. Lengkap. Semuanya serba ada.

Seberapa pun seringnya Anda mengunjungi kota ini, kesempatan untuk jajan pasti tidak akan dilewatkan. Bahkan bisa jadi, Anda sudah memiliki pedagang langganan di sini. Mengunjungi pedagangan langganan Anda menjadi hal yang rutin dilakukan setiap berwisata ke Yogyakarta. Jika tidak, rasanya pasti belum lengkap.

Menjelajahi setiap pojok pasar dan menyusuri jalanan sepanjang Kota Yogyakarta demi mendapatkan kuliner favorit menjadi pengalaman seru yang tidak bisa Anda nikmati setiap hari. Justru, ketika berwisata kuliner di Yogyakarta, hal inilah yang menjadi seni tersendiri. Satu kesenangan yang tidak bisa dibeli dengan uang. Itupun jika kebetulan Anda adalah pecinta kuliner sejati.

Ingin tahu, makanan apa saja yang membuat Yogyakarta semakin istimewa? Berikut informasinya untuk Anda.

1. Gudeg

Tidak ada satu orang pun yang meragukan bahwa makanan khas ini memang milik Yogyakarta. Gudeg atau gudheg memang merupakan menu andalan bagi masyarakat Yogyakarta untuk menjamu para tamunya. Dengan racikan yang khas dan pas, gudeng diyakini akan selalu menjadi kuliner andalah dari kotanya sultan ini.

Makanan ini bahkan bisa dengan mudah ditemui ketika Anda tidak berada di Yogyakarta. Di lingkungan sekitar rumah Anda mungkin saja ada. Para pedagang tersebut sepertinya ingin semakin mengindonesiakan makanan khas Yogyakarta yang satu ini. Entah para pedagang yang memang asli Yogya atau hanya mengadopsi resepnya. Yang jelas, berkat para pedagang gudeg di luar Kota Yogya, gudeg jadi lebih terkenal.

Tapi, tetap saja kurang afdol rasanya jika tidak menyantap gudeg di kota kelahirannya, Yogyakarta. Di kota kelahirannya, citarasa gudeg semakin terasa nikmat. Tambahan suasana khas Kota Yogyakarta sepertinya menjadi unsur yang membuat kenapa hal ini sampai terjadi.

Gudeg sendiri merupakan olahan nangka yang dimasak dengan santan. Bumbu-bumbu yang digunakan tidak jauh dari aneka masakan yang ada di Indonesia lainnya. Dominan rasa manis pada makanan khas ini menjadi identitas yang tidak dimiliki kuliner lain. Selain nangka, dalam gudeg biasanya Anda akan menemukan telur rebus. Telur tersebut umumnya dimasak bersamaan dengan nangka sehingga bumbunya sudah sangat meresap ke dalam telur.

Warnanya yang ungu campur abu-abu memang tidak terlihat menggiurkan, tapi jangan dulu berpendapat jika belum mencobanya langsung. Gudeng akan lebih mantap ketika Anda menyantapnya dengan tahu dan tempe bacem serta sambel krecek. Sambel krecek sendiri merupakan olahan kulit sapi yang dikeringkan, digoreng lalu dibumbu merah.

Gudeg yang paling terkenal di Yogyakarta adalah gudeg Wijilan. Wajar saja terkenal, lha wong letak Kampung Wijilan sendiri memang berada paling dekat dengan keraton dan alun-alun Yogya. Citarasa manis dan gurih dari gudeng Wijilan ini akan membuat Anda ketagihan.

2. Nasi Kucing

Mahasiswa yang menuntut ilmu di Yogyakarta pasti khatam ketika ditanya apa itu nasi kucing. Ya. Karena makanan khas Yogyakarta ini memang identik dengan para mahasiswa. Yang membuatnya identik adalah harganya yang murah. Hanya saja, porsinya benar-benar seperti untuk kucing alias sedikit. Jadi, jika Anda ingin kenyang, ya uang yang harus dikeluarkan tetap saja lumayan. Meskipun memang tidak terlalu mahal.

Nasi kucing umumnya dibungkus menggunakan daun jati. Tapi sekarang, sepertinya pedagang yang menggunakan daun jati semakin berkurang. Para pedagang beralih menggunakan daun pisang atau kertas nasi. Padahal, keistimewaan lain dari nasi kucing ini adalah daun jati yang menjadi pembungkusnya.

Nasi kucing biasanya dijual di warung-warung angkringan khas Yogyakarta. Di warung ini, Anda akan menemukan lauk lain untuk menyantap nasi kucing itu tadi. Anda bisa memilih, apakah ingin tahu dan tempe bacem, sate telur puyuh, sate usus, babat, atau yang lain. Jika beruntung, Anda juga akan menemukan tempe mendoan di sini. Suasana di warung-warung angkringan inilah yang tidak bisa Anda nikmati di tempat lain. Benar-benar khas Yogyakarta.

3. Bakpia Pathuk

Kenyang dengan gudeg dan nasi kucing, saatnya Anda mencari cemilan. Cemilan asli Yogya yang pertama adalah bakpia pathuk. Anda akan mudah menemukan makanan khas Yogyakarta ini di sentra oleh-oleh khas Yogyakarta. Biasanya dikemas dalam kemasan kardus berisi beberapa kue bakpis.

Menurut akar sejarahnya, bakpia sendiri memang bukan asli dari Indonesia. Berdasarkan cerita, dahulu ada seorang keturunan Tiong Hua yang mencoba membuat bakpia di Yogyakarta. Bakpia yang umumnya berisi daging, diubah menjadi isian lain. Yang paling banyak diminati adalah bakpia isi kacang hijau. Namun, kini Anda juga bisa memilih rasa lain seperti keju atau cokelat. Rasanya manis dan gurih.

4. Jadah Tempe

Makanan khas asli Yogyakarta ini bisa Anda temui ketika berjalan-jalan di sekitar Kaliurang, Sleman, yang kebetulan berada di lereng Gunung Merapi. Jadah sendiri merupakan olahan dari ketan yang ditumbuk kasar dan dicampur dengan kelapa. Atau sejenis ulen jika dalam tradisi Sunda. Bedanya, jadah tidak digoreng. Rasanya gurih dan teksturnya lembut.

Disebut jadah tempe karena makanan ini memang disantap bersama tempe bacem. Perpaduan citarasa gurih dari jadah dan manis dari tempe bacem sangat pas di lidah. Terlebih Anda menikmati makanan ini di lereng Gunung Merapi yang berudara sejuk. Makanan yang sederhana ini pasti akan membuat Anda kepincut.

5. Sate Klathak

Adalagi jenis sate di Indonesia. Kali ini datang dari Yogyakarta. Ya. Sate klathak. Sate klathak memiliki bahan dasar yang tidak berbeda jauh dengan sate-sate kebanyakan, yaitu berbahan dasar kambing yang dibumbui garam. Sate klathak hanya bisa Anda temui di daerah Bantul.

Jangan heran jika satu porsinya rata-rata hanya terdiri dari 2 sampai 3 tusuk. Karena, memang itu merupakan bagian dari ciri khas sate klathak. Sate ini sangat cocok dinikmati dengan kuah santan bumbu kuning. Tentu saja dengan seporsi nasi putih hangat. Kecintaan Anda terhadap sate bisa semakin menjadi ketika menyantap kuliner ini.

6. Sego Pecel

Bisa menebak jenis sajian apa sego pecel itu? Sego pecel atau dalam bahasa Indonesia artinya nasi pecel adalah makanan khas Yogyakarta yang terdiri dari nasi dan pecel. Penyajiannya cukup unik. Anda akan menemukan nasi yang tertimbun dengan berbagai sayuran rebus seperti kangkung, tauge, bayam, dan sayuran lain.

Tidak hanya itu, nasi dan sayuran rebus yang sudah menggunung kemudian disiram bumbu pecel yang terbuat dari ulekan kacang serta bumbu-bumbu lain. Satu porsi sego pecel pasti akan membuat perut Anda terisi penuh. Jangan lupa untuk menyantapnya dengan kerupuk.

7. Keripik Belut

Cemilan yang satu ini memang banyak terdapat di Indonesia, bukan hanya Yogyakarta. Tapi, keripik belut buatan masyarakat Godean, Yogyakarta ini memiliki keistimewaan. Kerenyahan belut goreng khas Godean akan membuat Anda lupa diri. Bisa-bisa Anda menghabiskan satu bungkus besar seorang diri karenanya.

Belut yang dianggap menjijikan bagi sebagian orang ternyata memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Daging belut juga gurih sehingga ketika diolah menjadi apa pun, rasanya akan tetap enak. Termasuk ketika diolah menjadi cemilan keripik belut. Tergoda? Anda akan ketagihan!

8. Geblek

Geblek, huruf /e/ kedua dibaca sama dengan pengucapan /bebek/, merupakan makanan khas Yogyakarta yang terbuat dari tepung tapioca. Jika masyarakat Sunda mengenal cireng, maka masyarakat Jawa mengenal geblek ini. Geblek sangat lezat dijadikan cemilan pagi hari. Terlebih saat geblek masih dalam keadaan hangat.

Selain makanan-makanan yang telah disebutkan di atas, Yogyakarta masih memiliki ragam varian kuliner lainnya. Anda jangan takut kelaparan ketika berada di kota ini karena makanan khas Jogja siap menjamu Anda dengan segala kesederhanaanya.

Selamat menikmati!

Review Makanan Khas Jogja

Terbaru di Wisata Kuliner | Diposting oleh INDRA, Minggu 3 Februari 2019.

Menikmati Kuliner Khas Jogja yang Murah Enak dan Kekinian – Berwisata ke daerah Jogja belumlah lengkap tanpa mencicipi makanan khas daerah itu. Kadang-kadang sepiring hidangan…