Indra Kurniawansyah

Sharing Infomasi, Tips, Tutorial, & Banyak Hal

Menu

Puasa Ramadhan

Kumpulan artikel tentang puasa di bulan suci Ramadhan, diantaranya syarat, rukun, hikmah, dalil, hal-hal yang membatalkan, dan informasi lainnya.

Puasa merupakan benteng kokoh untuk menjauhkan diri dari tipu daya syaitan yang senantiasa berupaya hendak menjerumuskan manusia ke dalam perangkapnya, juga sebagai anak kunci yang dapat membuka pintu surga. Dengan puasa ramadhan maka dapat mengekang hawa nafsu hingga dapat membuat hati menjadi tenang.

Syahwat dan hawa nafsu yang bersemayam dalam diri manusia adalah sebaik-baiknya sarana bagi syaitan dalam memperdaya manusia. Maka puasa memiliki kemampuan hebat yang dapat mematahkan kekuatan syaitan dalam menggoda manusia, amal puasa dapat menghinakan syaitan dengan secara paksa, dan juga mempersempit saluran syaitan yang mengalir dalam tubuh manusia.

Rasulullah berkata pula kepada Aisyah mengenai puasa: “ketuklah pintu surga secara terus menerus.” “Dengan apa?” Tanya Aisyah, maka beliau menjawab: “Dengan lapar.”

Puasa adalah salah satu cara untuk menyumbat salurannya atau mempersempit tempat mengalirnya syaitan. Agar puasa yang dijalankan tidak hanya menahan lapar dan haus tetapi juga mendapat ganjara pahala dan kebaikan dari puasa yang dilakukan maka hendaklah memperhatikan hal-hal yang disunnahkan, diwajibkan dan juga yang dapat membatalkan puasa.

Hal yang Disunnahkan dalam Puasa

  • Segera berbuka jika waktu berbuka telah tiba, menyegerakan terlebih dahulu misalkan sedang tidak sempat bisa hanya minum saja, permen atau yang lainnya yang dapat dimakan untuk membatalkan puasa terlebih dahulu.
  • Mengawali berbuka dengan yang manis-manis atau air putih. Rasulullah biasa mengawali buka puasanya dengan memakan kurma.
  • Berdo’a sebelum buka puasa.
  • Makan sahur setelah tengah malam, dianjurkan untuk mengakhirkan sahur sampai beberapa menit menjelang imsak.
  • Memberikan makan kepada orang-orang berbuka puasa.
  • Memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan.
  • Menambah waktu untuk banyak beribadah, serta mempelajari dan banyak membaca Al Qu’ran.
  • Beri’tikaf di masjid terutama pada sepuluh malam bulan terakhir bulan ramadhan. Hal ini mengingat adanya malam lailatul qadar yang besar kemungkinannya berlangsung pada malam malam ganjil di bulan ramadhan.

Hal yang Diwajibkan dalam Puasa

  • Memperhatikan permulaan bulan ramadhan. Yaitu dengan melihat bulan sabit (hilal) awal ramadhan, jika itu terhalangi oleh awan, hendaknya menetapkan bulan tersebut dengan menyempurnakan bilangan bulan Sya’ban menjadi tiga puluh hari. Saat ini tidak perlu perorangan melihat hilal karena pemerintah telah memiliki orang orang yang dapat dipercaya yang dapat diambil kesaksiannya.
  • Niat puasa. Setiap malam memerlukan niat khusus untuk berpuasa esok hari
  • Tidak boleh menggunjing, menggosip dan berkata kata bohong
  • Tidak boleh mengadu domba/ namimah, mencaci maki atau mengutuk orang lain
  • Menjaga panca indera dari hal hal yang diharamkan.
  • Tidak boleh makan dengan makanan haram atau makan dengan cara rezeki yang tidak halal.

Hal yang Membatalkan Puasa

  • Makan dan minum dengan sengaja. Apabila lupa maka hal ini tidak membatalkan, jika sedang makan baru ingat bahwa sedang berpuasa maka segera mengeluarkan makanan yang ada di mulut dan berkumur untuk membersihkan makanan yang tersisa.
  • Melakukan jima’ (berhubungan suami istri).
  • Memasukan makanan dalam perut. Contoh yang termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan tranfusi darah. Hal ini tidak boleh dilakukan pada saat sedang berpuasa, biarpun lewat hidung atau dubur.
  • Melakukan sesuatu yang menyebabkan istimna’ yaitu keluarnya mani (sperma) dengan sengaja seperti, masturbasi, bersentuhan, ciuman atau yang lainnya. Tetapi jika keluarnya tanpa sengaja maka hal ini tidak apa apa (tidak membatalkan) misalnya sedang tidur kemudian bermimpi.
  • Bagi wanita mengeluarkan darah haid/nifas. Walaupun pun misalnya darah ini keluar beberapa jam sebelum buka puasa hal ini tetap membatalkan.
  • Sengaja memuntahkan apa yang ada di perut baik melalui mulut maupun hidung.
  • Keluar dari islam (murtad)

Hal-hal tersebut wajib diketahui bagi kaum muslim agar puasa ramadhan yang dijalankannya menjadi ibadah yang mendatangkan pahala dan kebaikan baginya.

Beribu Hikmah dan Kebaikan dalam Puasa Ramadhan

Bulan ramadhan adalah bulan yang berkah dan mulia, yaitu bulan yang di dalamnya Allah limpahkan berbagai keutamaan, sampai-sampai pada waktu itu Rasulullah SAW dan para sahabatnya begitu menantikannya kedatangan bulan yang penuh berkah ini.

Ramadhan ke Ramadhan selalu tidak terasa. Hari-hari yang dilalui berganti dengan bulan dan berganti dengan tahun. Selanjutnya kita diantarkan ke bulan yang tidak terdapat di dalam bulan-bulan yang lain, dimana pada bulan ini amalan baik dilipatgandakan, amalan sunnat diganti dengan pahala wajib, dan amalan wajib dilipatgandakan, bahkan tidur sekalipun dalam keadan puasa ramadhan diberi pahala.

Logikanya tidur saja dapat pahala apalagi berbuat kebaikan, pasti akan diberikan pahala yang dilipatgandakan. Bulan Ramadhan ini ummat Islam wajib hukumnya melaksanakan puasa di bulan ini karena termasuk salah satu rukun Islam yang ke 4 (empat).

Hai orang-orang yang beriman diwajibkan puasa atas kamu sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu dari kamu supaya kamu bertaqwa “ ( QS.Al-Baqarah : 183 ).

Allah SWT menegaskan kepada ummat yang beriman, berpuasa itu wajib hukumnya. Berarti kalau tidak mengerjakannya atau melaksanakan puasa di bulan Ramadhan adalah dosa. Dan Allah juga menegaskan, mengerjakan puasa itu dapat menghindarkan diri dari perbuatan jahat. Oleh karena itu, laksanakan perintah Allah ini untuk mendapatkan ridha dari-Nya.

Ada beberapa hikmah yang terkandung dalam bulan suci Ramadhan yang dicurahkan kepada hamba-hamba Allah yang betul-betul melaksanakan ibadah dalam bulan suci Ramadhan dengan tulus dan ikhlas untuk mendapatkan ridha Allah SWT semata. Di antaranya adalah:

  • Rasulullah SAW, bersabda, “ siapa saja yang berpuasa di bulan Ramadhan (menghidupkannya ) dengan rasa iman dan mengharapkan ridha dari Allah, maka Allah mengampunkan  dosanya yang tel lampau” ( HR. Bukhari Muslim ).
  • Dalam bulan suci Ramadhan akan terpancar persamaan derajat itu betul-betul akan dirasakan umat Islam. Ketika menjelang berbuka puasa, siapapun yang hadir di tempat itu sekalipun dia pejabat, si kaya, si miskin, rakyat biasa tidak akan ada yang didahulukan berbuka sebelum waktu berbuka tiba, atau di deretan antrian yang terakhir. Tetapi mereka serempak dengan waktu dan detik yang sama untuk melakukan berbuat.
  • Tanda rasa syukur kepada Allah karena semua ibadah mengandung arti terimakasih kepada Allah atas segala nikmat pemberian-Nya, yang tidak terbatas banyaknya dan tidak ternilai harganya.
  • Didikan kepercayaan seseorang telah sanggup menahan makan dan minum dari haram yang halal kepunyaan sendiri, karena Allah semata, sudah tentu ia tidak akan meninggalkan segala perintah Allah. Dan mereka tidak akan berani melanggar segala larangan-Nya.
  • Didikan perasaan belas kasihan terhadap fakir miskin, karena seseorang telah merasakan sakit dan pedihnya perut keroncongan, akan dapat mengukur kesedihan orang yang sedang merasakan penderitaan karena kemiskinannya. Maka dengan demikian akan muncul persaan belas kasihan dan suka menolong orang yang tidak mampu. Orang yang melaksanakan puasa Ramadhan dengan sungguh-sungguh akan menghayati arti dari puasa dan lebih peka terhadap keadaan di sekitar.
  • Puasa juga terdapat faktor untuk menjaga kesehatan lahir dan batin, karena karena pada bulan Ramadhan waktu makan tidak seperti bulan-bulan lainya.
  • Di bulan suci Ramadhan ada satu malam yang kebaikannya lebih baik dari seribu bulan. Allah SWT berfirman : “ sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Quran pada malam kemuliaan ( malam qadar) dan tahukah kamu apa malam qadar itu; malam itu lebih baik dari seribu bulan”.
    • Berdasarkan firman Allah tersebut jelas sekali yang dimaksud dengan kelebihan malam qadar itu, ialah disana adanya pahala ibadah lebih dari amal lainnya. Ayat tersebut menerangkan orang yang beramal ibadah satu malam itu, ia akan mendapatkan ganjaran lebih banyak dari amal yang dilakukan lebih dari seribu bulan.
    • Timbul pertanyaan kapan waktunya malam qadar itu? Malam itu di jelaskan oleh Rasulullah adanya di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan terutama pada malam-malam ganjil. 10 hari terakhir itu justru lebih cenderung kebanyakan kaum muslimin yang tidak memanfaatkannya, karena lebih cenderung mepersiapkan untuk hari raya Idul fitri. Ada yang fokus ke belanja baju, bikin kue-kue, mempercantik rumah dan lain-lain. Padahal, kalau kita hayati ayat di atas itu lebih menguntungkan bagi kita untuk bekal kelak, karena belum tentu kita akan bertemu dengan bulan Ramadhan lagi.
  • Rasulullah bersabda :
    Bila tiba malam pertama bulan Ramadhan, syaitan dibelenggu dan para jin yang jahat pun di belenggu, dan ditutupnya pintu-pintu neraka sehingga tidak satupun pintu neraka yang terbuka dan sebaliknya pintu-pintu surga dibuka tidak ada satupun yang tertutup dan setiap malam ada seruan wahai orang yang ingin baik majulah wahai orang yang ingin jahat berhentilah dan Allah SWT, memerdekakan hamba-Nya beberapa banyak dari ancaman api neraka, dan yang demikian ini (terjadi) tiap malam “ ( HR. Ibnu Hiban Al-Hakim).
  • Abdullah bin Auf berkata tidurnya orang puasa tetap dalam keadaan ibadah kepada Allah. Dan diamnya orang berpuasa di bulan Ramadhan adalah tasbih, dan amalanya dilipatgandakan dan do’nya mustajab (diterima) dan dosanya diampunkan (HR. Al-Baihaki).
  • Rasulullah SAW, bersabda :
    Sesungguhnya Tuhanmu berfirman : “setiap hasnat ( perbuatan baik) sepuluh lipat gandanya dan sampai tujuh ratus lipat gandanya , dan puasa itu untuk Ku, dan aku yang akan membalasnya, dan puasa itu perisai dari api neraka, dan bau mulut orang yang puasa lebih harum di sisi Allah dari bau mizik kasturi, dan jika ada orang memperbodoh atau memakinya, hendaklah dia berkat aku puasa. Dan untuk orang yang berpuasa dua kali gembira diperolehnya, yaitu ketika berbuka puasa dan ketika menghadap tuhannya”
    ( HR. At-Tirmizi).

Tentunya masih banyak lagi hikmah yang terkandung dalam bulan suci Ramadhan. Hikmah-hikmah di atas dapat senantiasa kita rasakan sampai kepada hati kta agar makna yang terkandung dalam bulan suci Ramadhan menjadikan motivasi untuk menggerakkan hati kita melaksanakan puasa demi untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT dan tentunya untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi, yaitu bergelar Taqwa.

Melaksanakan ibadah puasa unsur rohani akan menang diatas unsur materi, unsur akal akan menang diatas unsur syahwat. Seseorang yang sedang melaksanakan ibadah puasa akan senantiasa menjaga kualitas hingga ia akan menjaga setiap ucapan, pikiran, dan tingkah lakunya agar pahala ibadah puasanya tidak berkurang. Oleh karena itu, dengan puasa akan lebih mengutamakan ruhani dan akal dibanding nafsu dan syahwat.

Sadarilah bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara. Jika ajal sudah menjemput, maka tidak ada satu makhlukpun yang dapat menolongnya kecuali amal ibadah kita.

Tentunya, jadikanlah amal ibadah di bulan suci Ramadhan menjadi amalan untuk memperberat timbangan kita kelak dan manfaatkanlah momen bulan Ramadhan untuk lebih bersungguh-sungguh dalam melaksanakannya. Karena, bisa jadi bulan Ramadhan yang kita temui kali ini dalah bulan pertemuan kita yang terakhir dengan Ramadhan.

Review Puasa Ramadhan

Terbaru di Puasa | Diposting oleh INDRA, Senin 6 Mei 2019.

Bagi orang dewasa, menjalankan ibadah puasa bukan jadi beban. beda dengan anak kecil yang masih belajar dan belum kuat menjalankan puasa. usia mereka masih dalam…

Terbaru di Puasa | Diposting oleh INDRA, Senin 6 Mei 2019.

Manfaat Berbuka Puasa dengan Kurma atau Makanan yang Manis. Berbuka puasa dengan mengonsumsi buah kurma atau kolak yang rasanya manis kadang menjadi pertanyaan. Bagaimana mengonsumsi…

Terbaru di Puasa | Diposting oleh INDRA, Senin 6 Mei 2019.

Berikut tips agar tetap produktif saat berpuasa, sehingga pekerjaan yang dijadwalkan dapat terlaksa sesuai progres. Tanpa harus menjadikan ibadah puasa sebagai alasannya. Biasanya kantor memberlakukan…

Terbaru di Puasa | Diposting oleh INDRA, Minggu 5 Mei 2019.

Video Ceramah Ustadz Abdul Somad. Lc., MA berisi 5 persiapan menyambut ramadhan. Amalan menjelang Ramadhan agar ibadah yang dijalankan benar-benar sesuai tuntunan dan dapat memperoleh…

Terbaru di Puasa | Diposting oleh INDRA, Minggu 31 Maret 2019.

Tips Agar Ramadhan Kali ini Lebih Baik. Ramadhan adalah satu dari dua belas nama bulan dalam setahun. Karena itu setiap tahun Ramadhan datang menjumpai kita.…

Terbaru di Puasa | Diposting oleh INDRA, Sabtu 30 Maret 2019.

Bolehkah puasa sunnah sebelum membayar hutang puasa ramadhan? Bulan Syawal telah tiba,…semua bergembira termasuk ingin bersegera melaksanakan puasa sunah Syawal mengingat pahalanya yang sangat besar…

Terbaru di Puasa | Diposting oleh INDRA, Selasa 26 Maret 2019.

Memaknai puasa ramadhan bagi kehidupan menurut para ulama adalah hal yang sangat penting. Sebab ibadah ini hanya akan ditemukan 1 bulan saja selama setahun. Bulan…

Terbaru di Puasa | Diposting oleh INDRA, Selasa 26 Maret 2019.

1. Definisi: Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersenggama mulai dari terbit fajar yang kedua sampai terbenamnya matahari. Firman Allah Ta \’ala: \’\’…

Terbaru di Puasa | Diposting oleh INDRA, Selasa 26 Maret 2019.

Segala puji bagi Allah, yang telah menurunkan kepada hamba-Nya kitab Al-Qur’an sebagai penjelasan atas segala sesuatu, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang muslim. Semoga…

Terbaru di Puasa | Diposting oleh INDRA, Selasa 26 Maret 2019.

Inilah alasan orang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. Penyebab puasa yang dikerjakan hanya sia sia belaka. Ketahuilah wahai saudaraku agar kita tidak menjadi…