Indra Kurniawansyah

Sharing Infomasi, Tips, Tutorial, & Banyak Hal

Menu

Objek Wisata Gunung Tangkuban Perahu yang Penuh Pesona

Oleh Dank Rian

Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu objek wisata alam yang terletak di Jawa Barat. Objek wisata ini terletak sekitar 30 km di utara Kota Bandung, tepatnya di daerah Lembang. Untuk menempuh ke lokasi gunung yang memiliki kawah indah ini, dibutuhkan sekitar kurang lebih 30 menit perjalanan dari Bandung menggunakan kendaraan bermotor.

Pesona Keindahan Gunung Tangkuban Perahu

Pesona Keindahan Gunung Tangkuban Perahu (Senin, 29/04/2019). Salah satu objek wisata alam di kawasan Lembang Bandung yang sangat indah. (Sumber: twisata)

Gunung Tangkuban Perahu memiliki ketinggian setinggi 2.084 meter. Gunung ini menjadi salah satu tempat tujuan wisata alam yang menarik di Jawa Barat. Objek wisata alam ini menawarkan lingkungan alamnya yang sejuk, pemandangan kawah yang indah, dan sumber mata air panas di kaki-kaki gunungnya.

Deretan kawah yang memanjang, menjadi daya tarik tersendiri. Sebenarnya, gunung Tangkuban Perahu adalah gunung berapi. Kawah-kawah gunung kebanggan orang Sunda ini mengeluarkan aroma belerang yang menyengat. Gunung ini diberi nama Tangkuban Perahu karena bentuknya yang menyerupai kapal yang terbalik. Objek wisata andalan Jawa Barat ini dikelola oleh Perum Perhutani.

Tangkuban Perahu, Gunung Kawah yang Menakjubkan

Tangkuban Perahu merupakan salah satu gunung terbesar di dataran Parahyangan. Taman wisata alam gunung kebanggan kota Bandung ini berada di utara kota Lembang, sebelah utara kota Bandung. Udara sejuk, hamparan kebun teh, lembah dan tingginya pohon pinus menemani perjalanan Anda menuju pintu gerbang kawasan gunung dengan kawahnya yang indah ini. Jika Anda ke gunung ini, Anda akan mendapatkan pemandangan kawahnya yang terdiri dari tiga kawah.

Ada dua jalan menuju kawah-kawah yang ada di gunung ini. Jalan yang pertama atau jalan lama dengan kondisi jalan yang lebih sulit untuk dilalui dan biasanya akan ditutup sehabis hujan atau saat dirasa membahayakan untuk dilewati. Penjaga loket akan memberi petunjuk untuk melewati jalan baru yang terletak lebih ke atas jika jalan ini ditutup. Sebelum tiket pembayaran di jalan pertama ini, terdapat pondok-pondok yang disewakan untuk tempat menginap.

Melewati jalan baru, jalan beraspal memudahkan perjalanan kendaraan Anda. Pada sisi jalan yang berkelok-kelok terdapat bunga-bunga terompet dan pepohonan yang akan menyejukkan perjalanan Anda. Di kawasan gunung kebanggan orang Sunda ini terdapat tiga kawah yang menarik untuk dikunjungi. Kawah tersebut adalah kawah Domas, kawah Ratu dan kawah Upas. Kawah yang paling besar di antara ketiganya dan paling banyak dikunjungi adalah kawah Ratu. Dengan beberapa jam berjalan kaki, Anda bahkan dapat mengitari kawah Ratu yang begitu luas sambil menikmati keindahan panorama gunung Tangkuban Perahu. Bagaimana ketiga kawah yang mengitasi gunung ini?

#Kawah Ratu

Kawah Ratu langsung terlihat dari atas dengan pembatas pagar kayu untuk mencegah pengunjung terjatuh. Melihat dalamnya kawah, dinding-dinding kawah dan asap yang masih keluar dari kawah ini menciptakan pemandangan yang menggetarkan hati. Tanah di sekitar kawah Ratu umumnya berwarna putih dengan beberapa batu belerang berwarna kuning. Batu-batuan dan suasana kering dan gersang terasa di kawah ini. Anda dapat mencoba mendaki ke daerah yang lebih tinggi jika ingin melihat kawasan kawah Ratu secara menyeluruh.

#Kawah Upas

Kawah Upas terletak di sebelah kawah Ratu. Tetapi, untuk dapat melihat kawah ini harus melalui medan yang berbahaya, Anda harus melewati jalan yang berpasir untuk mencapai kawah ini. Maka, sangat jarang pengunjung yang datang melihat kawah ini. Bentuk Kawah Upas berbeda dengan kawah Ratu. kawah Upas lebih dangkal dan mendatar.

#Kawah Domas

Kawah Domas terletak lebih bawah daripada kawah Ratu. Jika Anda dating melalui jalan baru, Anda akan menemukan pintu gerbang menuju kawah Domas terlebih dahulu sebelum menuju Kawah Ratu. Jika pada kawah Ratu Anda hanya akan melihat kawah dari kejauhan, pada kawah Domas, Anda dapat lebih dekat dengan kawah. Bahkan, Anda dapat mencoba merebus telur dengan memasukkannya ke dalam kawah. Jika Anda ingin melihat kawah Domas melewati jam 16.00 wib, Anda diharuskan menggunakan jasa pemandu wisata.

#Legenda/Sejarah Terbentuknya Tangkuban Perahu

Legenda Sangkuriang dan Gunung Tangkuban Perahu

Legenda Sangkuriang dan Gunung Tangkuban Perahu (Senin, 29/04/2019). Cerita rakyat Jawa Barat yang menceritakan Sangkuriang dan Dayang Sumbi. (Sumber: kastarianimation)

Nama Tangkuban Perahu sangat lekat dengan sebuah legenda yang berasal dari tanah Sunda yang sangat terkenal, yaitu Sangkuriang. Konon menurut cerita rakyat Parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.

Raja Sungging Perbangkara memiliki puteri yang sangat cantik, bernama Dayang Sumbi. Dayang Sumbi sangat cantik dan cerdas, banyak para raja yang meminangnya, tetapi seorang pun tidak ada yang diterima. Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Galau hati Dayang Sumbi melihat kekacauan yang bersumber dari dirinya. Atas permitaannya sendiri Dayang Sumbi mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan yaitu Si Tumang.

Ketika sedang asyik bertenun, toropong yang tengah digunakan bertenun kain terjatuh ke bawah. Dayang Sumbi karena merasa malas, terlontar ucapan tanpa dipikir dulu, dia berjanji siapa pun yang mengambilkan torak yang terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki, akan dijadikan suaminya. Si Tumang mengambilkan torak dan diberikan kepada Dayang Sumbi.

Dayang Sumbi pun menikahi Si Tumang dan dikaruniai bayi laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Sangkuriang memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring selalu ditemani bermain oleh Si Tumang yang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, gagah perkasa dan sakti.

Pada suatu hari Sangkuriang berburu di dalam hutan disuruhnya Si Tumang untuk mengejar babi betina yang bernama Wayungyang. Karena si Tumang tidak menurut, Sangkuriang marah dan membunuh Si Tumang. Daging Si Tumang oleh Sangkuriang diberikan kepada Dayang Sumbi, lalu dimasak dan dimakannya. Setelah Dayang Sumbi mengetahui bahwa yang dimakannya adalah Si Tumang, kemarahannya pun memuncak serta merta kepala Sangkuriang dipukul dengan senduk yang terbuat dari tempurung kelapa sehingga luka dan diusirlah Sangkuriang.

Sangkuriang pergi mengembara mengelilingi dunia. Setelah sekian lama berjalan ke arah timur akhirnya sampailah di arah barat lagi dan tanpa sadar telah tiba kembali di tempat Dayang Sumbi, tempat ibunya berada. Sangkuriang tidak mengenal bahwa putri cantik yang ditemukannya adalah Dayang Sumbi – ibunya, begitu juga sebaliknya. Terjalinlah kisah kasih di antara kedua insan itu. Tanpa sengaja Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah puteranya, dengan tanda luka di kepalanya.

Dayang Sumbi pun berusaha menjelaskan kesalahpahaman hubungan mereka. Walau demikian, Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Dayang Sumbi meminta agar Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum. Sangkuriang menyanggupinya.

Maka dibuatlah perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di arah timur, tunggul/pokok pohon itu berubah menjadi gunung ukit Tanggul. Rantingnya ditumpukkan di sebelah barat dan mejadi Gunung Burangrang. Dengan bantuan para guriang, bendungan pun hampir selesai dikerjakan. Tetapi Dayang Sumbi bermohon kepada Sang Hyang Tunggal agar maksud Sangkuriang tidak terwujud.

Dayang Sumbi menebarkan irisan kain putih hasil tenunannya, ketika itu pula fajar pun merekah di ufuk timur. Sangkuriang menjadi gusar, dipuncak kemarahannya, bendungan yang berada di Sanghyang Tikoro dijebolnya, sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi gunung Manglayang. Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali. Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi gunung Tangkuban Perahu.

***

#Pesona Keindahan Gunung Tangkuban Perahu

Pesona Keindahan Gunung Tangkuban Perahu

Pesona Keindahan Gunung Tangkuban Perahu (Senin, 29/04/2019). Pemandangan indah yang terlihat saat mulai tertutup kabut. (Sumber: alampriangan)

Pesona gunung Tangkuban Perahu sangat menakjubkan. Pada saat cuaca cerah, tekstur lekukan tanah pada dinding kawah dapat terlihat dengan jelas. Hal tersebut menjadi kontras dengan hijaunya pepohonan di sekitar gunung ini. Tidak hanya itu, dasar kawah memiliki keindahan yang sangat mengagumkan. Keindahan alam inilah yang menjadikan gunung tersebut menjadi salah satu tempat wisata alam andalan Provinsi Jawa Barat.

Sepanjang jalan menuju gunung eksotis ini, pengunjung atau wisatawan akan dimanjakan dengan hamparan kebun teh dan jejeran pohon pinus yang indah. Sudah pasti udara di gunung ini sangat sejuk. Gunung ini merupakan gunung merapi yang masih aktif sampai saat ini, maka dari dulu sudah banyak terjadi letusan yang membentuk kawah dari sisa letusannya.

Jika berkunjung ke Bandung, coba luangkan waktu untuk mengunjungi gunung kebanggan kota Bandung ini. Udara yang sejuk disertai pemandangan yang indah akan menghilangkan rasa stres yang melanda. Berwisata ke gunung ini tak hanya menikmati wisata alam dan wisata legenda. Pengunjung pun bisa merasakan wisata belanja karena di kawasan gunung ini banyak dijumpai pedagang-pedagang yang menjual berbagai macam sauvenir, makanan, dan lain-lain.

Di sekitar kawah gunung ini, tersedia kuda sewaan yang dapat digunakan untuk menikmati keindahan alam sambil menunggang kuda. Jadi, segeralah berkunjung dan nikmati pemandangan alam yang sangat menakjubkan di gunung dengan kawah yang cantik ini.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Komentar akan langsung tayang tanpa moderasi kecuali komentar mengandung spam dan rasis. Untuk itu isilah komentar dengan bijak tanpa spam dan rasis apalagi ujaran kebencian dan caci maki. Agar komentar anda langsung aktif.

Informasi Menarik Lainnya

Author: Dank Rian

Penulis Tetap Blog www.indrakurniawansyah.com (Professional Authorship). Kategori utama tulisan tentang Wisata, Kuliner, dan Hotel. Hobby utama Menulis, Traveling, dan Bermain Bola.