Indra Kurniawansyah

Sharing Infomasi, Tips, Tutorial, & Banyak Hal

Menu

Jalur Pendakian Gunung Lembu Purwakarta yang Terbilang Mudah

Jalur pendakian Gunung Lembu Purwakarta ini memang terbilang cukup mudah untuk dicapai oleh pemula sekalipun yang ingin mendaki gunung ini. Sebab ketinggiannya memang tidak terlalu tinggi, hanya berada diketinggian 780 Mdpl. Seharusnya bukan menjadi halangan bagi para pemula mencoba mendaki gunung untuk pertama kalinya.

Bila Anda salah satu yang mau naik gunung tapi tidak punya banyak waktu? atau mau naik gunung tapi masih takut untuk melewati jalur pendakian yang extreme, maka mendaki gunung Lembu adalah pilihan yang pas.

Tips Mendaki Gunung Lembu yang Harus Dicoba untuk Pemula!

Jalur Pendakian Gunung Lembu Purwakarta yang Terbilang Mudah

Di kalangan pelajar, mahasiswa maupun karyawan banyak yang mempunyai keinginan untuk mendaki gunung. Sayangnya mereka masih terbentur masalah waktu dan kesiapan fisik. Bagi para pemula , mereka rasanya berpikir bahwa mendaki gunung itu membutuhkan waktu yang banyak dan kesiapan fisik yang prima. Belum lagi jika ada yang berpikir keletihan yang di dapat setelah mendaki gunung tersebut sehingga harus membutuhkan waktu istirahat yang cukup lama.

Rasanya pendakian Gunung Lembu ini lah yang pas untuk mereka yang selalu berpikiran seperti itu. Berikut tips dan jalur pendakian Gunung Lembu yang harus dicoba.

#Cara ke Gunung Lembu dari Jakarta

Kalian tidak perlu khawatir tentang tranportasi ke Gunung Lembu. Ada 2 cara yang dapat dilakukan bila berangkat ke Gunung Lembu dari Jakarta. Pilihlah perjalanan yang menurut kalian nyaman untuk mencapai Gunung Lembu.

#Transportasi Menggunakan Kereta

Jika kalian memilih kereta sebagai tranportasi ke Gunung Lembu, kalian bisa membeli tiket kereta dari keberangkatan Stasiun Pasar Senen. Tiket kereta Jakarta Pasar Senen-Purwakarta hanya Rp 67.000 yang bisa kalian beli lewat situs PT KAI.

Dari Stasiun Purwakarta kalian bisa menyewa mobil bak terbuka dengan kisaran harga Rp 250.000-Rp 350.000 untuk perjalanan antar dan jemput. Ezytravelers bisa turun di depan kantor desa Panyindangan / pos tani Gunung Lembu.

#Perjalanan Menggunakan Bus

Nah kalo kalian pilih cara ke Gunung Lembu dengan memakai bus, kalian bisa mengawali perjalanan kalian dari terminal Kp. Rambutan Jakarta Timur. Harganya jauh lebih murah ketimbang kalian harus menggunakan kereta api.

Cukup dengan Rp 25.000-Rp 50.000 kalian sudah sampai di terminal bus Ciganea Purwakarta. Dari terminal Ciganea, kalian bisa menyewa angkot yang harganya berkisar Rp 150.000 – Rp 250.000 untuk sampai di depan kantor desa Panyindangan / pos tani Gunung Lembu.

Begitu sampai di terminal Kp. Rambutan, kalian bisa memilih bus yang menuju purwakarta.

Catatan : perjalanan menuju Purwakarta paling malam jam 21.00 Wib. Jadi harus mempersiapkan waktu dengan sebaik-baiknya ya guys!

Sesampainya di depan kantor desa Panyindangan / pos tani Gunung Lembu. Dari sini lah pendakian gunung Lembu kalian akan di mulai. Tetapi kalian bisa bersantai-santai dahulu di warung-warung kecil yang disediakan karena perjalanan menuju basecamp ini yang cukup melelahkan.

Setelah sudah cukup paham mengenai tranportasi ke Gunung Lembu, langsung aja kita jelajahi pendakian di gunung Lembu ini.

#Awal Pendakian Gunung Lembu

Awal pertama pendakian gunung Lembu, kalian di haruskan membayar retribusi sebesar Rp 15.000. Dalam pendakian Gunung Lembu kalian membutuhkan waktu sekitar 2-4 jam untuk mencapai puncaknya. Walaupun Gunung Lembu terbilang rendah, tetapi banyak hal yang harus kalian perhatikan. Kontur tanah merah yang empuk dan sedikit licin akan menjadi hambatan awal kalian untuk mendaki Gunung Lembu.

Selama pendakian ke atas, kalian akan menemukan hutan bambu dan treknya cukup landai untuk dilalui. Di sini kalian harus berhati-hati dalam melangkah apalagi jika tanahnya basah. Setelah mendaki selama 15 menit, kalian bertemu dengan pos Saung Ceria. Sebenernya ini bukan pos 1, tetapi di sini kalian bisa beristirahat karena disediakan camping ground yang cukup luas dan saung-saung untuk beristirahat para pendaki.

Pemandangan di sini juga cukup indah lho. Selagi menikmati pemandangan, kalian juga dapat membeli makanan yang di jual oleh warung makan di Saung Ceria ini.

Setelah melewati Saung Ceria, perjalanan kembali di lanjutkan menuju pos 1. Hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 10 menit untuk mencapai pos 1. Sama seperti di Saung Ceria, di sini terdapat warung makan dan gardu pandang untuk kembali beristirahat.

Ingat ya, sehabis jajan di warung tersebut kalian harus tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah yang telah disediakan.

Setelah dari pos 1, kalian harus menyusuri jalan yang lebih menanjak. Selama perjalanan menuju pos 2 ini bukan lagi hutan bambu yang kalian temukan, tetapi hutan hujan tropis yang menyelimuti kalian selama perjalanan.

Sekitar 35 menit mendaki, sampailah kalian di pos 2. Pos 2 ini hanyalah jalan setapak yang tidak memungkinkan kalian untuk beristirahat terlalu lama. Tidak ada area camping, saung, apalagi warung makan di pos ini. Hanya ada pepohonan yang bisa kalian liat di area ini.

Nah setelah melewati pos 2, jalur pendakian Gunung Lembu terbilang lebih santai daripada jalur yang telah kalian lewati sebelumnya. Hutan pun sudah mulai rapat. Selama perjalanan kalian akan menemukan petilasan Mbah Jongrang.
pendakian gunung lembu

Tidak begitu lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai di pos 3. Sebenarnya untuk mencapai puncak Gunung Lembu pun tidak terlalu lama lagi, tetapi bagi kalian yang merasa lelah bisa beristirahat di sini karena di pos 3 terdapat pendopo.

Selama perjalanan menuju puncak, kalian lagi-lagi menemukan petilasan. Petilasan Mbah Raden Suryakencana ini menjadi tanda bahwa kalian sudah dekat sekali dengan puncak Gunung Lembu.

Waspada dalam membawa perlengkapan saat mendaki Gunung Lembu, karena di Gunung ini masih banyak kera-kera liar yang suka mengambil logistik atau barang bawaan kita.

#Puncak Gunung Lembu

Sesampainya di Puncak Gunung Lembu, pemandangan yang kalian bisa lihat hanya pepohonan saja. Hanya ada daerah yang cukup lapang untuk mendirikan basecamp di puncak ini.

Untuk melihat pemandangan yang sebenarnya, kalian harus berjalan turun sekitar 100 meter ke sebuah batu besar yang menjorok keluar. Batu besar ini adalah spot favorit pendaki untuk melihat sunrise dan pemandangan Waduk Jatiluhur. Konon katanya batu besar ini mirip sekali dengan punggung lembu (sapi). Maka dari itu, gunung ini dinamakan dengan Gunung Lembu.
pendakian gunung lembu

Di malam hari kalian juga bisa turun ke batu Lembu ini untuk menyaksikan Milky Way dan melihat pemandangan lampu-lampu yang ada di kabupaten Purwakarta. Buat para pemula, pengalaman ini sudah sangat memuaskan. Walaupun Gunung Lembu ini tidak terlalu tinggi tetapi kalian sudah bisa mencapai puncak gunung dan melihat pemandangan yang indah.

Tetapi sekali lagi, walaupun Gunung Lembu relatif mudah untuk mendakinya, kalian tidak boleh sekali-sekalinya meremehkan atau mengecilkan karya Tuhan YME ya. Kalian tetap harus mempersiapkan fisik dan logistik yang baik. Karena bagaimana pun kekuasaan alam itu lebih besar dari kita. Jangan lupa untuk selalu menjaga lingkungan, kebersihan dan keasrian yang ada di Gunung Lembu.

Demikianlah informasi Tips dan Jalur Pendakian Gunung Lembu Purwakarta. Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Komentar akan langsung tayang tanpa moderasi kecuali komentar mengandung spam dan rasis. Untuk itu isilah komentar dengan bijak tanpa spam dan rasis apalagi ujaran kebencian dan caci maki. Agar komentar anda langsung aktif.

Informasi Menarik Lainnya

Author: INDRA

Saya adalah Blogger pemula yang senang berbagi. Alumni salah satu Pondok Pesantren yang ada di kota Bengkulu. Pernah kuliah di STIE Depok jurusan Akutansi Perbankan. Juga pernah merasakan pahit manis kuliah di IAIN Bengkulu jurusan Bahasa Inggris.


#TAG