Indra Kurniawansyah

Sharing Infomasi, Tips, Tutorial, & Banyak Hal

Menu

Kampung Daun Lembang Bandung

Oleh INDRA

Wisata Kampung Daun Lembang Bandung adalah salah satu tujuan wisata terbaik untuk liburan bersama keluarga tercinta. Apa saja keunggulan tempat ini? berikut informasinya kami sajikan secara lengkap dibawah ini.

Kampung Daun Lembang Bandung

Ket image: Salah satu destinasi di Kampung Daun Lembang Bandung. (Kang Suhe’s Blog)

Liburan merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang. Momen ini biasanya dimanfaatkan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, teman atau pun pasangan. Salah satu tempat tujuan favorit wisata adalah Kota Bandung.

Bandung bukan hanya dikenal dengan pusat perbelanjaan yang lengkap, melainkan juga kulinernya. Ya, Bandung kaya akan kuliner. Salah satu tempat yang cocok untuk wisata kuliner adalah Kampung Daun.

Sebenarnya masih banyak tempat kuliner lainnya yang bisa Anda kunjungi saat liburan. Namun Kampung Daun merupakan salah satu tempat wisata kuliner yang menyuguhkan sensasi berbeda dibanding tempat lain.

Sensasi tersebut berasal dari menu dan suasana tempat makanannya. Lalu, seperti apa keunggulan yang dimiliki Kampung Daun? Adapun penjelasan lebih lengkap mengenai Kampung Daun adalah sebagai berikut ini.

Sejarah Kampung Daun

Sebelum membahas keunggulan, tak ada salahnya mengetahui terlebih dahulu sejarah berdirinya Kampung Daun. Tempat wisata ini berdiri pada tahun 1999.

Awalnya Kampung Daun merupakan lembah kecil yang dikelilingi dengan hutan lebat dan perbukitan. Namun kini, berkat ide kreatif dari sang pengelola, lembah kecil tersebut disulap menjadi kawasan resto yang kental dengan nuansa tradisional, Sunda.

Kampung Daun dibangun untuk dijadikan sebagai tempat wisata kuliner. Hal ini terlihat dari desain tempatnya yang identik dengan nuansa sunda. Tempat makannya sengaja di desain unik, berupa empat buah saung. Pengelola Kampung Daun sengaja mendesain tempat ini secara unik, agar menarik banyak pengunjung.

Meskipun tempatnya didesain secara unik, namun makanan yang disajikan bisa dibilang cukup sederhana. Dulu, menu utama di Kampung Daun adalah surabi. Surabi dengan beragam rasa, mulai dari original, oncom, telor, coklat, strawberry, keju, dan lain-lain.

TERKAIT :  Tempat Wisata di Australia yang Wajib dikunjungi

#Kuliner + Nuansa Tradisional

Konsep utama dari tempat makan ini adalah tradisional. Bukan hanya dari kuliner, melainkan juga suasananya. Untuk menghidupkan suasana tradisional, pengelola menghadirkan budaya-budaya Sunda.

Seperti bangunan Sunda yang dikenal dengan saung. Selain itu, ada juga alunan musik sunda yang menambah kental kesan Sunda di Kampung Daun ini.

Tidak hanya sampai disitu, budaya Sunda juga ditonjolkan dengan pakaian seragam para karyawannya. Ya, para karyawan di Kampung Daun ini menggunakan busana khas Sunda.

Karyawan perempuan menggunakan kebaya. Sementara itu, karyawan laki-laki menggunakan iket kepala. Jadi, selain wisata kuliner, Kampung Daun juga memberikan pengetahuan tentang Budaya Sunda.

Tempat wisata ini terletak di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Luas wilayah Kampung Daun adalah sekitar 3 hektar. Total saung yang berdiri di Kampung Daun ini ada 57 buah. Dengan banyaknya saung yang berdiri, karyawannya pun harus banyak.

Total karyawan yang bekerja di Kampung Daun adalah 185 orang. Jumlah karyawan di Kampung daun ini sebanding dengan banyaknya pengunjung yang datang. Pada hari-hari biasa, jumlah pengunjung yang datang ke Kampung Daun sebanyak 300 orang.

Sementara itu, pada akhir pekan jumlah pengunjung bertambah menjadi beberapa kali lipat, bahkan mencapai 1500 orang. Tidak heran, jika karyawan yang dibutuhkan juga banyak.

#Konsep Kampung Daun

Kampung Daun bisa dibilang salah satu tempat makan dengan konsep yang unik. Ya, Kampung Daun memberikan nuansa berbeda dibandingkan tempat makan lainnya. Konsep dari tempat makan satu ini adalah suasana pedesaan yang sejuk dan asri.

Selain itu, tempat makannya pun unik. Para pengunjung menikmati makanan di saung panggung yang terbuat dari bambu. Di saung-saung inilah para pengunjung menikmati berbagai menu secara lesehan.

TERKAIT :  Tips Memulai Bisnis Travel Bandung

Atap saung sengaja dibuat dari jerami. Hal ini bertujuan untuk lebih menonjolkan nuansa pedesaan yang asri. Sambil menunggu pesanan datang, Anda bisa menikmati pemandangan di sekeliling Kampung Daun. Salah satunya adalah menikmati keindahan air terjun buatan. Air terjun buatan berguna untuk memberi kesejukan.

Selain air terjun buatan, ada juga api unggun buatan. Apa itu api unggun buatan? Api unggun buatan merupakan tumpukan kayu yang disusun menyerupai api unggun. Pembuatan api unggun buatan adalah untuk memberikan kehangatan.

Waktu paling pas untuk menikmati nuansa berbeda di Kampung Daun adalah pada malam hari. Apalagi jika sengaja datang bersama pasangan tercinta. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan, semakin malam, suasana di Kampung Daun kian romantis.

Jalanan setapak bebatuan yang dihiasi lampu-lampu di sisi kanan dan kiri semakin menambah nuansa romantis. Selain itu, pada malam hari sekeliling Kampung Daun dihiasi denganĀ  obor-obor.

#Menu Kampung Daun

Keunggulan Kampung Daun bukan hanya dari nuansa pedesaan, melainkan juga berbagai menu yang disajikan. Ya, ada beragam menu istimewa yang dihadirkan di Kampung Daun. Menu istimewa Kampung Daun adalah menu makanan Indonesia. Seperti nasi liwet, nasi bakar, nasi timbel, sate, ayam goreng, ikan goreng, sop buntut, dan rawon.

Menu-menu tersebut disajikan secara tradisional. Contohnya nasi bakar, diolah dengan menggunakan bambu. Penggunaan bambu ini memberikan aroma yang khas pada nasi bakar. Aroma khas inilah yang menggugah selera untuk mencicipinya.

Keunikan bukan hanya dari cara penyajian makanan, melainkan minumannya. Contohnya dalam penyajian teh hangat. Untuk memberikan nuansa berbeda, teh hangat disajikan menggunakan batok kelapa. Penggunaan batok ini juga bertujuan unyuk memberikan aroma yang khas.

Namun jika Anda bosan dengan menu Indonesia, tenang saja ada juga menu lainnya, seperti Pizza, Steak, Pasta, dan Spagetti. Ada juga berbagai cemilan tradisional yang patut Anda coba di Kampung Gajah. Seperti colenak, pisang goreng, tahu goreng, surabi (berbagai rasa), dan batagor.

TERKAIT :  10 Tempat Wisata Alam di Jawa Barat yang Paling Sejuk

Tidak ketinggalan juga hidangan penutupnya, seperti pancake, es krim, es goyobod, dan lain-lain. Nah, lengkap bukan menu yang disajikan di Kampung Gajah? Semua menu yang tersedia di Kampung Gajah harganya terjangkau mulai dari Rp. 8.000 sampai dengan Rp. 115.000. Dengan harga terjangkau, perut kenyang, hati pun senang.

Dengan suasana pedesaan yang kental tentu sangat pas jika berkuliner bersama keluarga. Namun tak jarang, Kampung gajah menjadi tempat hang out anak-anak muda untuk berbincang santai sambil menikmati cemilan.

Jadi, tidak ada salahnya untuk berwisata ke Kampung Daun. Kampung Daun termasuk tempat yang oke untuk wisata kuliner. Selain makanan yang lezat, tempatnya juga nyaman dan indah. Ditambah lagi denganĀ  udara sejuk dan pemandangan bukit-bukit yang membuat pengunjung betah berlama-lama di Kampung Daun.

Bagaimana tertarik untuk berwisata ke Kampung Daun bersama dengan keluarga? Ayo tunggu apalagi datang ke Kampung Daun. Berbagai menu makanan lezat sudah pastinya akan menggugah selera makan Anda. Ditambah lagi dengan pemandangan indah di sekelilingnya, membuat Anda betah berlama-laam di Kampung Daun.

Demikianlah ulasan mengenai wisata kampung daun. Mulai dari sejarah berdirinya Kampung Daun, menu makanan yang ditawarkan sampai dengan suasana pedesaan yang menjadi daya tarik dari tempat wisata ini. Semoga informasi yang telah disajikan bermanfaat bagi para pembaca. Selamat menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga tercinta.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Komentar akan langsung tayang tanpa moderasi kecuali komentar mengandung spam dan rasis. Untuk itu isilah komentar dengan bijak tanpa spam dan rasis apalagi ujaran kebencian dan caci maki. Agar komentar anda langsung aktif.

Informasi Menarik Lainnya

Author: INDRA

Saya adalah Blogger pemula yang senang berbagi. Alumni salah satu Pondok Pesantren yang ada di kota Bengkulu. Pernah kuliah di STIE Depok jurusan Akutansi Perbankan. Juga pernah merasakan pahit manis kuliah di IAIN Bengkulu jurusan Bahasa Inggris.