Indra Kurniawansyah

Sharing Infomasi, Tips, Tutorial, & Banyak Hal

Menu

Malioboro Yogyakarta Surga Pencari Cenderamata dan Pencinta Kuliner

Anda pernah ke Yogyakarta? Pasti singgah di Malioboro Yogyakarta, bukan? Jangan bilang pernah ke Yogyakarta jika belum mengayun langkah di Malioboro. Ya, kawasan ini memang salah satu ikon provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang pasti dituju oleh siapa pun yang sempat berkunjung ke kota ini.

Malioboro Yogyakarta

Jangan bilang pernah ke yogyakarta jika belum mengayun langkah di Malioboro.

Boleh saja Anda bercerita pada kerabat bahwa Anda telah mengunjungi keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pantai Parangtritis, Candi Prambanan di perbatasan Yogyakarta-Jawa Tengah.

Atau malah Candi Borobudur (kawasan Provinsi Jawa Tengah). Akan tetapi, ujung-ujungnya kerabat Anda akan bertanya tentang Malioboro Yogyakarta dan menagih cinderamata yang Anda beli di sana.

Ruas jalan yang berjarak hanya sekitar 800 meter di utara keraton Yogyakarta tersebut membentang dari selatan ke utara diawali dengan Monumen Serangan Umum 11 Maret dan diakhiri di ujung utara oleh kawasan stasiun (kereta api) Tugu. Sesungguhnya, kawasan Malioboro Yogyakarta terdiri atas dua ruas jalan, yaitu Jln. A. Yani dan Jln. Malioboro. Akan tetapi, orang lebih mengenal bentangan dua ruas jalan tersebut sebagai atau Malioboro Yogyakarta saja.

Tentang Kawasan Malioboro Jogja

Kawasan Malioboro Yogyakarta hampir serupa dengan jalan-jalan di kota lain yang menjadi pusat perbelanjaan. Barangkali, beberapa bangunan bersejarah seperti Benteng Vredeburg dan Gedung Agung (Istana Kepresidenan), ditambah dengan kompleks Kepatihan tempat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta berkantor, menjadi pembeda dengan jalan-jalan sejenis di kota lain.

#Cinderamata Khas Jogja

Sepanjang trotoar Malioboro Yogyakarta dipenuhi oleh pedagang kaki lima yang menjajakan oleh-oleh bagi para wisatawan. Pernak-pernik yang dibuat dari kerajinan anyaman rotan, kulit, batik, perak, bambu, dan lainnya. Pakaian batik, blangkon, tas kulit, sepatu dan sandal, wayang, dan tentu saja kaos yang dihiasi gambar dan tulisan tersedia dengan harga relatif murah.

Tak hanya itu, Banyak juga toko di sepanjang jalan Malioboro yang menjual barang-barang khas Yogyakarta seperti batik, tenun, dan kerajinan perak. Anda tak perlu membawa uang terlalu banyak untuk membeli barang-barang di sini karena harga barang di Malioboro Yogyakarta terbilang murah.

Dengan kualitas barang yang kebanyakan lebih baik, tentu saja harga yang dipasang di toko lebih mahal daripada kaki lima, namun masih terjangkau sekalipun untuk kalangan menengah. Pedagang kaki lima yang memenuhi trotoar Malioboro Yogyakarta sejak pagi sampai menjelang malam akan digantikan oleh lapak makan khas Yogyakarta, yaitu lapak makan lesehan di malam hari.

#Kuliner Khas Jogja

Makanan khas Yogyakarta seperti gudeg, pecel lele, ayam bacem, dan burung dara tersedia. Makanan lain yang mengundang selera seperti seafood dan masakan padang pun dapat dinikmati di Malioboro Yogyakarta.

Duduk santai di atas tikar di tenda terbuka di tengah lalu lalang manusia, siraman cahaya gemerlap dari pertokoan, dan lalu lintas yang cukup sibuk menjadi daya tarik luar biasa bagi para wisatawan yang butuh suasana lain. Sesekali pengamen jalanan pun mampir di lapak-lapak dan melantunkan lagu-lagu yang menghangatkan suasana.

Suasana akan bertambah meriah bila pengamen yang mampir adalah pengamen yang “profesional”. Di Malioboro Yogyakarta sedikitnya terdapat 3-4 grup pengamen yang lumayan menghibur pengunjung lapak lesehan dengan menyajikan lagu-lagu dan jenis musik yang beraneka ragam.

Pengunjung dapat request lagu seperti lagu-lagu nostalgia Indonesia, daerah, maupun Barat. Permintaan jenis musik seperti jazz, R n B, blues pun bisa mereka layani dengan baik. Suasana akan semakin meriah dan penuh gelak tawa bila pengunjung ikut bersemangat menyanyi. Sungguh, suasana yang sangat menyenangkan dan menghilangkan rasa penat di badan dan hati bagi para wisatawan.

#Tips Bagi Wisatawan

Jangan lupa, wisatawan dapat belanja berbagai pakaian batik dan pernak-pernik lainnya di Pasar Bringharjo yang terletak hampir di ujung selatan Malioboro Yogyakarta. Di Pasar Bringharjo tersedia berbagai macam pakaian dan bahan batik yang relatif berharga murah.

Nah, Agar dapat lebih nyaman selama berwisata di Malioboro Yogyakarta, berikut penulis berikan beberapa tips penting yang dapat berguna bagi para wisatawan.

Diantaranya :
Di sekitar Malioboro Yogyakarta terdapat cukup banyak penginapan atau hotel dari yang bertarif Rp50.000,00 sampai dengan di atas Rp1.000.000,00/malam. Anda bisa booking melalui internet atau telepon dari kota asal Anda. Alamat dan nomor telepon serta tarif dapat Anda peroleh dengan berselancar di internet. Bila datang berombongan, cukup banyak hotel dalam radius 3 km dari Malioboro Yogyakarta yang dapat dipesan dengan tarif per orang seharga Rp25.000,00 sampai Rp75.000,00/malam.
Pengunjung yang membawa mobil dapat memarkir mobil di area hotel atau di kantong-kantong parkir sekitar Malioboro Yogyakarta.
Pandai-pandailah menawar bila belanja di kaki lima dan pasar tradisional. Harga yang ditawarkan berkisar dua sampai tiga kali lipat harga sebenarnya.
Barang-barang souvenir yang berkualitas dapat dibeli d toko-toko tertentu, seperti Mirota Batik dengan harga pas.
Lesehan malam sebaiknya pilih yang berlokasi di trotoar timur Malioboro Yogyakarta agar tak terganggu bau pesing kotoran kuda (Malioboro dipenuhi juga oleh kereta kuda/dokar). Jangan lupa meminta daftar harga makanan agar jangan terkejut ketika membayar.
Selalu berhati-hati bila menyusuri Malioboro Yogyakarta terutama di saat ramai pengunjung (biasanya Sabtu, Minggu, dan hari libur). Copet sering beraksi di sini.
Walaupun bukan hari libur, Malioboro Yogyakarta tetap dipadati pengunjung karena di Malioboro ‘setiap hari adalah hari libur!’
Saat hendak berjalan-jalan menyusuri Malioboro Yogyakarta dengan menggunakan becak, sebaiknya wisatawan melakukan transaksi di awal. Meski tidak semua, penarik becak di Malioboro sering memasang tarif sesuka hati mereka.

#Penginapan di Sekitar Malioboro

Banyak penginapan di sekitar Malioboro Yogyakarta. Bagi Anda yang terpatok biaya, mungkin bisa memilih beberapa penginapan yang terletak di sekitar Jl. Dagen. Beragam penginapan dan losmen murah meriah bisa Anda temukan di sini. Bayangkan untuk kamar yang muat empat orang bisa Anda dapat dengan harga Rp60.000. Lumayan kan, jika patungan pun hanya membayar Rp15.000 per orang.

Selain murah, karena lokasinya sangat dekat dengan Malioboro Yogyakarta, segala macam keperluan pun bisa didapat dengan mudah. Akses menuju Kraton, alun-alun, dan pusat kerajinan dan oleh-oleh bisa sangat dekat sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Nah, itulah sedikit gambaran tentang keramahan suasana di Malioboro Yogyakarta beserta tips yang berguna saat berkunjung ke sana. Selamat berwisata dan belanja.

Author: INDRA

Saya adalah Blogger pemula yang senang berbagi. Alumni salah satu Pondok Pesantren yang ada di kota Bengkulu. Pernah kuliah di STIE Depok jurusan Akutansi Perbankan. Juga pernah merasakan pahit manis kuliah di IAIN Bengkulu jurusan Bahasa Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Komentar akan langsung tayang tanpa moderasi kecuali komentar mengandung spam dan rasis. Untuk itu isilah komentar dengan bijak tanpa spam dan rasis apalagi ujaran kebencian dan caci maki. Agar komentar anda langsung aktif.

Informasi Menarik Lainnya