Indra Kurniawansyah

Sharing Infomasi, Tips, Tutorial, & Banyak Hal

Menu

Objek Wisata Goa Kreo Semarang Jawa Tengah, Destinasi Menarik dekat Waduk Jatibarang

Goa Kreo Semarang adalah sebuah goa yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga ketika mencari kayu jati untuk membuat Masjid Agung Demak. Selain itu Goa Kreo Semarang, dikenal sebagai salah satu wisata alam yang wajib dikunjungi di Semarang.

Menurut kebanyakan orang, sejarah Goa Kreo ini sangat menarik untuk di pelajari . Karena banyak mitos-mitos yang menggambarkan rasa gotong-royong hubungan antara manusia (Sunan Kalijaga) dan hewan (Kera).

Tentang Objek Wisata Goa Kreo

Goa Kreo terletak di daerah perbukitan Gunung Krincing, Desa Kandri, Kecamatan Gunung Pati, Semarang Selatan. Wisata alam Goa Kreo, Semarang ini dapat ditempuh dengan perjalanan kurang lebih sekitar 30 menit dari pusat kota Semarang.

Salah satu keunikannya, kawasan Goa Kreo ini juga satu tempat dengan Waduk Jatibarang. Salah satu waduk terkenal pengendali banjir di Kota Semarang.

Objek Wisata Goa Kreo Semarang Jawa Tengah, Destinasi Menarik dekat Waduk Jatibarang

#Awal Mula Sejarah Goa Kreo

Pada mulanya sejarah Goa Kreo dimulai dari kedatangan Sunan Kalijaga yang mencari kayu jati di kawasan ini untuk membangun sebuah Masjid yang kini dikenal sebagai Masjid Agung Demak. Setelah mendapatkan kayu jati dari kawasan ini, Sunan Kalijaga berinisiatif untuk menggotongnya bersama-sama. Tapi karena kayu yang dibawa cukup berat dan besar, akhirnya beliau memutuskan untuk menghanyutkan kayu jati tersebut.

Hal ini berjalan cukup lancar, sampai suatu ketika  salah satu kayu yang besar menyangkut bebatuan di sungai di kawasan Goa Kreo. Sunan Kalijaga pun telah berupaya keras untuk tetap menghanyutkan kayu tersebut, tetapi tidak ada hasil yang didapat.


Baca juga : Mengenal lebih jauh Sejarah Sam Po Kong dan Keindahannya.


Akhirnya Sunan Kalijaga mengistirahatkan rombongannya sejenak di kawasan Goa Kreo ini. Beliau pun meminta petunjuk dari yang kuasa. Dia pun mulai berjalan ke salah satu puncak bukit yang ada di kawasan ini. Dalam perjalanan menuju bukit, ia menemukan suatu goa yang cukup dalam dan memutuskan untuk melakukan meditasi di dalam Goa ini.

Di tengah-tengah meditasinya, tiba-tiba muncul lah 4 ekor kera yang cukup besar. Masing-masing kera itu memiliki warna bulu yang berbeda yaitu, merah, kuning, hitam dan putih. Keempat kera ini lalu menghampiri Sunan Kalijaga dan meyakinkan beliau untuk membantu membawa kayu jati yang tersangkut ini. Sunan Kalijaga mengizinkan kera-kera ini untuk membantu menolongnya.

Sejarah Goa Kreo

Sangat diluar dugaan, kera-kera ini mampu menggulirkan kayu jati ini dengan mulus.

Sejarah Goa Kreo ini tidak sampai disini. Sunan Kalijaga pun penasaran darimana datangnya kera-kera yang mampu membantunya. Beliau bertanya kepada kera-kera itu, ternyata kera-kera ini tinggal di salah satu goa di kawasan ini.

Setelah membantu Sunan Kalijaga menghanyutkan kayunya, kera-kera ini sebenarnya ingin ikut ke dalam rombongan Sunan Kalijaga untuk melakukan perjalanan ke Demak. Tetapi Sunan Kalijaga melarangnya dan memberikan pesan bahwa kawasan ini harus di jaga sampai keturunannya kelak.

Salah satu pesan dari Sunan Kalijaga terdapat kata REHO (dalam Bahasa jawa). Reho jika di artikan adalah Kelola/Jagalah. Dari Reho inilah nama Goa Kreo muncul di masyarakat sampai saat ini. Itulah sejarah Goa Kreo yang sampai saat ini beredar di masyarakat.

#Menikmati Pemandangan Goa Kreo

Menikmati Pemandangan Goa Kreo

Seperti yang sudah diketahu di atas, kawasan Goa Kreo ini menjadi satu lokasi dengan Waduk Jatibarang. Waktu yang tepat untuk menikmati kawasan Goa Kreo adalah pada sore hari. Dimana udara yang di kawasan ini cukup sejuk pada sore hari.

Untuk menikmatinya, pengunjung hanya dibebankan dengan biaya masuk Rp 3.500 saja. Harga yang cukup murah dan terjangkau untuk hiburan masyarakat.

Selain sejarah Goa Kreo yang wajib di pelajari, sepertinya menikmati pemandangan di sini juga harus dijadikan kewajiban.

Perjalanan di mulai ketika harus melewati anak tangga yang menurun. Tidak lama berjalanan, kalian akan menemukan suatu jembatan yang dimana menghubungkan daratan dan suatu bukit tempat goa kreo berada. Selama perjalanan, banyak ditemukan sekumpulan kera yang menjadi penjaga di kawasan ini.

Sesampainya di bukit, terdapat dua goa yang bersampingan. Salah satunya adalah goa kreo yang menjadi tujuan utama wisata ini. Konon katanya goa yang satu kawasan dengan waduk jatibarang ini, kedalamannya mencapai puluhan kilometer hingga kota Kendal. Tetapi untuk mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya pemerintah menutup lubang yang ada di dalam Goa Kreo ini.

Setiap hari selasa, Goa ini ramai dan masih aktif dijadikan tempat meditasi oleh orang-orang pintar yang meminta kesaktian oleh sang Maha Kuasa.  Mereka akan bermalam di dalam goa ini dan akan keluar sekitar pukul 04.00 dini hari.

Goa Landak

Tepat persis di sebelah Goa Kreo, terdapat satu goa yang bernama Goa Landak. Dulunya goa ini memang banyak binatang landak yang menghuninya, tetapi sering dengan perkembangan waktu, landak ini tidak ditemukan lagi. Goa Kreo dan Goa Landak memiliki bentuk yang hampir sama. Perbedaannya hanya terletak di auranya. Aura di Goa Landak lebih liar dibandingkan di Goa Kreo. Suhu udara di Goa Landak juga lebih dingin daripada Goa Kreo.

Tidak sampai disitu, masih banyak keseruan lain selain belajar sejarah Goa Kreo di salah satu wisata alam Semarang ini. Yang terakhir kalian bisa merasakan keseruan Waduk Jatibarang dengan menaiki Speedboat.

Untuk merasakan keseruannya, kalian harus membayar Rp 100.000 per kapal untuk satu kali mengelilingi waduk Jatibarang yang luas ini.

Dapatkan keseruan belajar mengenai sejarah Goa Kreo dan menikmati wisata alam di kota Semarang lainnya.

#Tips Penting!

  • Jangan sesekali memberikan makanan atau minuman kepada kera-kera ini karena sepanjang perjalanan kalian akan selalu di ikuti.
  • Jangan membawa barang dengan warna yang mencolok, contohnya topi atau tas yang mencolok. Karena warna yang mencolok membuat kera-kera ini penasaran barang apa yang kalian bawa. Akibatnya barang kalian bisa saja di incar dan diambil oleh kera-kera ini.
  • Selayaknya tempat bersejarah lainnya, bersikaplah sopan baik tingkah laku maupun berpakaian.

Demikian informasi objek wisata goa kreo yang bersejarah. Semoga bermanfaat!

Author: INDRA

Saya adalah Blogger pemula yang senang berbagi. Alumni salah satu Pondok Pesantren yang ada di kota Bengkulu. Pernah kuliah di STIE Depok jurusan Akutansi Perbankan. Juga pernah merasakan pahit manis kuliah di IAIN Bengkulu jurusan Bahasa Inggris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Komentar akan langsung tayang tanpa moderasi kecuali komentar mengandung spam dan rasis. Untuk itu isilah komentar dengan bijak tanpa spam dan rasis apalagi ujaran kebencian dan caci maki. Agar komentar anda langsung aktif.

Informasi Menarik Lainnya