Indra Kurniawansyah

Sharing Infomasi, Tips, Tutorial, & Banyak Hal

Menu

Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia

Oleh INDRA

Apa saja peninggalan kerajaan Islam di Indonesia? Adakah salah satunya Anda ketahui? Berikut penjelasan dan informasi lengkapnya kami rangkum secara lengkap dibawah ini…

peninggalan kerajaan Islam di Indonesia

Ket image: Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia yang masih bertahan sampai sekarang. (wisatanabawi.com)

Islam masuk ke Indonesia diperkirakan pada abad ke-7 Masehi. Ini artinya, tentu banyak peninggalannya yang masih bertahan sampai sekarang dan bisa dinikmati. Hal ini salah satu bukti bahwa Islam bisa diterima oleh masyarakat Indonesia pada saat itu.

Meski Islam masuk di awal abad ke-7 Masehi, kerajaan-kerajaan Islam terbentuk pada abad ke-13. Sejarah mencatat, bahwa Islam masuk ke Indonesia tak lepas dari peran serta para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, India dan Cina.

Awal mulanya kemunculan kerajaan Islam tak lepas dari peran raja. Bila seorang raja sudah masuk Islam, rakyat akan mengikuti . Karena sudah jamak diketahui bahwa rakyat sangat patuh dan taat kepada raja. Dari banyaknya raja masuk Islam, muncullah kerajaan Islam hingga akhirnya banyak meninggalkan warisan kerajaan yang tak luput dari nuansa keislaman.

Apa Saja Peninggalan Kerajaan Islam di Indonesia?

Warisan berikut ini menjadi bukti bahwa Islam diterima dengan baik di Indonesia.

#Masjid Peninggalan Sejarah Islam

Masjid adalah bagian paling utama dari peninggalan kerajaan Islam. Ada beberapa mesjid yang kini menjadi saksi sejarah bahwa kerajaan Islam memang diterima dan meninggalkan warisan yang menjadi kenangan.

Misalnya saja masjid Demak. Mesjid ini terdapat di Demak. Pembangunan mesjid ini atas dasar perintah Sunan Kalijaga yang merupakan salah satu tokoh Wali Songo yang berhasil menyebarkan Islam di Pulau Jawa. Keunikan dan keistimewaan Masjid Demak ini adalah tidak mempunyai menara dan salah satu tiangnya berasal dari susunan tatal.

TERKAIT :  Arjuna

Meski tiang tatal tersebut sudah diganti pada tahun 1080 karena terjadi perenovasian, potongan tatal tersebut, kini, masih tersimpan dengan baik di bangsal belakang mesjid.

Ada perbedaan mesjid sekarang dengan mesjid peninggalan kerajaan. Mesjid peninggalan kerajaan atapnya beratap tumpang bersusun. Kian ke atas atapnya kian mengecil. Jumlahnya pun biasanya ganjil, yaitu tiga atau lima. Atap yang paling atas bentuknya adalah limas. Di dalam mesjid ada empat tiang yang menjadi taing penyangga atap tumpang.

Bila berjalan ke arah barat akan menemukan mihrab. Di sebelahnya terdapat mimbar. Menara terletak di halaman mesjid. Menara dibuat bukan saja untuk keindahan mesjid, tapi dahulunya menara difungsikan untuk tempat para muadzzi memanggil para jamaah lewat adzan yang dikumandangkan. Sebelum adzan berkumandang, biasanya bedug lebih dulu ditabuh.

Berikut ini adalah ciri dari mesjid yang merupakan peninggalan kerajaan Islam.

  1. Biasanya terdapat lapangan atau seperti alun-alun di sekitar mesjid.
  2. Mesjid biasanya dibangun di tengah-tengah kota atau dekat dengan istana kerajaan.
  3. Kanan dan kiri mesjid terdapat menara yang berfungsi sebagai tempat muadzzin memanggil orang shalat berjamaah atau menandakan masuknya waktu shalat.
  4. Atap mesjid berbentuk tumpeng.
  5. Pagar tembok mengelilingi halaman mesjid.
  6. Denah mesjid bentuknya bujur sangkar.

Ciri-ciri mesjid milik kerajaan Islam yang disebutkan di atas adalah dari pengamatan sekilas yang dilakukan terhadap Mesjid Demak, Mesjid agung Cirebon, Mesjid agung Banten, dan Mesjid Menara Kudus.

Ada juga mesjid peninggalan kerajaan yang mengadopsi gaya lain, seperti Mesjid Sumenep mengadopsi gaya Portugis, Mesjid Baiturrahman Aceh mengadopsi gaya India dan Eropa.

#Kaligrafi Bukti Kejayaan Islam

Kaligrafi adalah tulisan Arab indah yang biasanya disesuaikan dengan kaidah-kaidah seni kaligrafi. Biasanya kaligrafi ini juga terdapat di mesjid-mesjid atau di lembaga keislaman.

TERKAIT :  Tips Agar Tetap Produktif Saat Berpuasa

Kaligrafi berasal dari Arab, namun telah dipakai oleh masyarakat Indonesia. Masuknya seni kaligrafi ke Indonesia tak luput dari munculnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Kaligrafi menjadi salah satu bukti peninggalan dari masa kejayaan Islam di kerajaan Islam.

#Karya Sastra Bercorak Keislaman

Karya sastra yang bernuansa Arab juga merupakan bagian dari peninggalan kerajaan yang berbasis Islam. Ada empat jenis karya sastra yang bercorak keislaman.

  1. Suluk
  2. Syair
  3. Hikayat
  4. Babad

Karya sastra yang menjadi bukti adanya kerajaan Islam di negeri ini terdapat di Pulau Jawa dan Sumatera. Kesusastraan Islam tersebut masih sering terdengar namanya hingga kini. Suluk dan Hikayat yang dikenal sebagai karya sastra ada yang ditulis dengan menggunakan bahasa melayu dan ada pula yang ditulis menggunakan bahasa Arab. Kehadiran suluk dan hikayat di masa kerajaan Islam adalah untuk mempermudah masyarakat menyerap ajaran agama Islam.

Suluk-suluk yang terkenal adalah syair si Burung Pingai karya Hamzah Fansuri, Syair Gurindam Dua Belas karya Ali Haji dan Syair Abdul Muluk. Isi syair Gurindam Dua Belas adalah nasihat untuk para pemimpin supaya memimpin dengan penuh bijaksana dan juga beberapa nasihat untuk rakyat agar saling menghormati antara sesama. Sedangkan isi syair Abdul Muluk adalah menceritakan tentang Raja Abdul Muluk.

Babad dengan hikayah sebenarnya tidak ada perbedaan. Namun di Pulau Jawa, Hikayat selalu disebut dengan nama Babad. Isi hikayat atau Babad adalah cerita atau dongeng yang isinya mengupas tentang kejadian sejarah kerajaan. Cerita tersebut dimulai dari cerita kerajaan Hindu-Budha sampai kerajaan Islam.

Namun berbeda dengan hikayat di Aceh. Hikayat dinamakan dengan Bustan As-Salatin yang isinya tentang cerita-cerita para nabi dan tentang penciptaan langit dan bumi. Hikayat ini ditulis Nuruddin al-Raniri.

#Batu Nisan Berhias Kaligrafi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kaligrafi juga dituliskan di batu nisan. Batu nisan sendiri juga bagian dari peninggalan kerajaan Islam. Bahkan batu nisan tersebut dimulai pada masa kerajaan Islam sebagai tanda tempat persemayaman seseorang yang telah meninggal.

TERKAIT :  Hikmah dibalik Makan Sahur dan Hadits Tentang Sahur

Bentuk batu nisan sendiri bermacam-macam. Namun umumnya dihiasi dengan kaligrafi.

Tradisi Peninggalan dari Kerajaan Islam

Selain beberapa bukti fisik peninggalan kerajaan yang dipimpin oleh raja Islam, ada juga tradisi yang merupakan peninggalan dari kerajaan Islam di Indonesia. Paling tidak ada tiga tradisi yang masih dilakoni masyarakat hingga saat ini.

  1. Ziarah. Ziarah adalah bagian dari tradisi peninggalan kerajaan yang dipimpin oleh raja Islam. Meski ada sebagian daerah tradisi ziarah hanya dilakukan di saat menjelang Ramadhan atau sesudah hari raya idul fitri, tetap saja ziarah adalah bagian dari tradisi peninggalan kerajaan Islam.
  2. Sedekah. Sedekah juga bagian dari tradisi peninggalan kerajaan, baik sedekah tersebut dilakukan di saat anak lahiran, ada yang meninggal atau sekadar acara selamatan. Namun tetap saja sedekah menjadi bagian dari tradisi peninggalan sejarah kerajaan islam
  3. Saketan. Acara saketan atau maulid Nabi yang diadakan di Pulau Jawa adalah bagian dari tradisi peninggalan sejarah kerajaan Islam. Hingga saat ini acara ini masih tetap berlangsung.

Jadi cukup banyak peninggalan kerajaan Islam di Indonesia, jadi bila ada yang bertanya, Anda tidak perlu lagi bingung menjelaskannya. Karena, menurut sejarah, peninggalan kerajaan Islam cukup banyak. Mulai dari yang berbentuk, seperti masjid, kaligrafi hingga sesuatu yang tidak berbentuk seperti kebudayaan atau acara-acara keagamaan.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Komentar akan langsung tayang tanpa moderasi kecuali komentar mengandung spam dan rasis. Untuk itu isilah komentar dengan bijak tanpa spam dan rasis apalagi ujaran kebencian dan caci maki. Agar komentar anda langsung aktif.

Informasi Menarik Lainnya

Author: INDRA

Saya adalah Blogger pemula yang senang berbagi. Alumni salah satu Pondok Pesantren yang ada di kota Bengkulu. Pernah kuliah di STIE Depok jurusan Akutansi Perbankan. Juga pernah merasakan pahit manis kuliah di IAIN Bengkulu jurusan Bahasa Inggris.


#TAG Terkait: , ,