Indra Kurniawansyah

Sharing Infomasi, Tips, Tutorial, & Banyak Hal

Menu

Tren Jilbab Islam Identitas Para Muslimah

Oleh INDRA

Tren Jilbab Islam Identitas Para Muslimah – Dunia muslimah adalah dunia yang dekat sekali dengan jilbab sebagai pakaian wanita Islam. Jilbab Islam menjadi identitas dan kebebasan hakiki seorang muslimah. Oleh sebab itu, bagi para muslimah, jilbab menjadi salah satu hal yang paling mendapat perhatian, apalagi menyangkut soal penampilan.

You are what you wear, itulah anggapan yang sering dikemukakan masyarakat dalam menilai seseorang. Jilbab adalah pakaian yang membalut tubuh muslimah secara keseluruhan. Mulai dari kerudung, atasan dan bawahan, atau baju terusan panjang hingga mata kaki dengan ukuran yang tidak sempit dan tidak juga terlalu longgar.

Tren Jilbab Islam Identitas Para Muslimah

Kemunculan tren jilbab di Indonesia bak jamur di musim hujan. Perlahan tapi pasti jilbab Indonesia mampu mengungguli tren mode pakaian pada umumnya hingga menjadi kiblatnya dunia. Hal ini tidak lepas dari toleransi beragama yang dianut masyarakat kita.

Seperti kita ketahui, Indonesia menganut beragam agama dan kepercayaan. Perbedaan itu tidak membuat celah semakin lebar, tapi malah muncul pemahaman toleransi beragama yang semakin kuat. Ini yang menjadikan tren jilbab makin luas di tengah pluralisme seperti itu.

Jilbab dan Agama

Islam sangat menganjurkan para wanitanya mengenakan jilbab atau hijab bila bepergian keluar rumah atau datang ke tempat-tempat di mana tidak ada muhrim baginya. Seperti dalam kitab Alquran Surat An Nur ayat 31 yang berbunyi,

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.”

Menutup aurat bagi seorang muslimah dengan jilbab, adalah perintah yang menjadikannya berharga di mata orang lain dan terutama di mata Tuhannya. Muslimah berjilbab merupakan wanita dengan pemahaman Islam yang baik, dan diharapkan akan terus meningkat pemahamannya sehingga akhirnya dapat berbagi dengan sesama muslim atau masyarakat luas.

Jilbab Islam Adalah Identitas Muslimah

Sudah tak dapat dipungkiri lagi bahwa memang jilbab adalah identitas bagi seorang muslimah. Bagi siapa saja yang mengaku sebagai muslimah maka sejatinya ia memiliki sebuah kewajiban yang harus atau mau tak mau untuk ditunaikan yaitu memakai jilbab.

Jilbab bukan lagi sebuah hasil budaya dari orang Arab. Inilah yang saat ini banyak digembar-gemborkan oleh banyak orang terutama yang pemikiran tentang Islamnya sudah terpengaruhi oleh banyak ide yang tak lagi bersumber dari ajaran Islam yang murni. Mereka menganggap bahwa jilbabtak lagi sebuah kewajiban bagi muslimah. Jilbab tak lain adalah hasil budaya yang berasal dari orang Arab.

Sehingga yang memiliki tuntutan untuk memakai jilbab bukanlah lagi semua muslimah yang mengaku berislam. Jilbab hanya perlu dikenakan oleh para wanita Arab atau semua wanita yang mengaku mengikuti atau cenderung pada kebudayaan Arab ini.

Sungguh hal tersebut adalah sebuah hal yang sangat disayangkan, terlebih ketika diucapkan oleh orang muslim sendiri atau bahkan orang yang dianggap memiliki pemahaman yang benar mengenai ajaran Islam.

Sejatinya sudah tidak diragukan lagi bahwa memang jilbab adalah sebuah kewajiban dari semua wanita muslimah. Hal ini sudah terlihat jelas di dalam ayat di atas yaitu Al Quran Surat An Nur ayat 31.

Bahwa memang yang diseru atau diberikan kewajiban untuk memakai jilbab adalah ‘wanita beriman’. Jadi hanya wanita berimanlah yang akan memenuhi seruan penunaian kewajiban ini.

Jilbab dan Tantangan Bagi Pemakainya

Jilbab memang adalah sebuah identitas dan kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh wanita beriman. Namun tak dapat dipungkiri bahwa keberadaan jilbab semakin hari semakin tergusur dengan mode dan tren yang ada. Walau pun juga tak dapat dipungkiri pula mulai banyak yang berkenan untuk memakai jilbab ini dengan semua kombinasi gaya dan mode terbaru.

Bahkan dapat dikatakan bahwa memakai jilbab bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Banyak wanita yang masih memiliki begitu banyak pertimbangan untuk sampai akhirnya memakai jilbab untuk memenuhi seruan Allah SWT ini.

Hal ini tak serupa dengan awal mula diturunkannya perintah untuk mengenakan jilbab bagi para wanita pada saat awal Islam. Ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah ra. Yang menceritakan mengenai hal ini, hadist tersebut berbunyi:

Semoga Allah merahmati kaum Wanita yang hijrah pertama kali,ketika Allah menurunkan firman-Nya, “Dan hendaklah mereka mengenakan kain kerudung mereka diulurkan ke kerah baju mereka.” (TQS. an-Nur [24]: 31). Maka kaum wanita itu merobek kain sarung mereka (untuk dijadikan kerudung) dan menutup kepala mereka dengannya.”

Tak ada lagi pertimbangan apa pun yang dilakukan oleh para wanita tersebut ketika mendengar diturunkannya aturan ini. Yang mereka lakukan adalah keinginan untuk menunaikan aturan tersebut dan bersegera tanpa menunda dalam pelaksanaannya.

Namun untuk jaman sekarang ini, memakai jilbab adalah sebuah hal yang tak mudah dilakukan bahkan disertai dengan begitu banyak tantangan. Berikut adalah beberapa tantangan bagi para wanita yang memiliki keinginan untuk mengenakan jilbab.

1. Tantangan Ekonomi

Mungkin kita banyak sekali yang mendengar bahwa ada beberapa kasus yang menimpa para wanita yang mengenakan jilbab yang karena jilbab yang ia kenakan, ia harus dikeluarkan dari pekerjaannya.

Karena saat ini banyak sekali pekerjaan yang lebih suka atau dapat dikatakan lebih membutuhkan wanita yang tak berjilbab. Yaitu wanita yang dapat memiliki penampilan yang menarik atau bahkan seksi. Sangat sedikit pengusaha atau tempat kerja yang mengijinkan para pekerjanya terutama pekerja wanita untuk memakai jilbab.

Sejatinya hal ini memang sebuah hal yang patut dipertanyakan. Jika memang yang dibutuhkan dalam pekerjaan adalah sebuah kualitas kerja dan kecerdasan dari si wanita, terus mengapa ketika mereka memakai jilbab mereka harus dikeluarkan dari pekerjaannya.

Bukankah jilbab tak ada hubungannya dengan kualitas dan etos kerja yang dimiliki dari si pekerja wanita. Kalau memang ia adalah pekerja yang qualified, dengan atau tanpa berjilbab hal tersebut tak akan menimbulkan permasalahan karena yang dibutuhkan bukanlah penampilan dari si wanita namun kualita sdari kerjanya.

Hal ini mungkin sedikit membuka tabir bahwa memang dalam banyak lapangan pekerja wanita menjadi pihak yang banyak dieksploitasi. Selain wanita merupakan pekerja dengan upah yang lebih minim dibandingkan dengan pria. Hal ini juga akan membuka banyak hal tentang masalah yang lain.

2. Masalah Trend an Mode

Jilbab banyak dikatakan sebagai sebuah hal yang kuno dan tak sesuai dengan tren dan mode yang ada pada jaman sekarang ini. Jilbab lebih sangat tidak identik dengan kecantikan. Si pemakainya akan dinilai sangat jauh dari kata cantik karena terkesan dengan istilah yang kuno dan tak jaman.

Namun memang saat ini jilbab banyak dikembangkan untuk dapat mengikutigaya trend dan mode yang ada. Sehingga wanita pemakai jilbab tetap dapat terlihat cantik dan modis walau dalam balutan jilbab.

Namun dalam usaha ini, banyak disesalkan karena sudah meninggalkan esensi dari jilbab itu sendiri yaitu sebagai penutup aurat bagi wanita. Esensi dari jilbab sudah berubah menjadi tren pakaian yang mendunia.

Ketika jilbab dipakai sebagai tuntutan pemenuhan kewajiban bagi wanita muslimah, jilbab memng harus memenuhi beberapa syarat yang ada. Seperti yang sudah ada di dalam ayat kewajiban jilbab tersebut yaitu “menjulurkan kain kerudung ke dada”, hal ini sudah banyak ditinggalkan.

Jilbab sudah berubah untuk menjadi hanya sebagai penutup rambut saja. Sehingga para penggena jilbab masih meninggalkan telinga,leher dan juga bagian atas dada yang wajib untuk ditutup. Semuanya dilakukan untuk lebih mengejar kemodisan dalam pemakaian jilbab.

Oleh karena itu, jilbab memang harus dipahami sebagai konsekuensi dari keimanan seorang wanita muslimah. Jilbab tak lagi hanya sebatas sebuah tren pakaian yang dapat dikenakan atau pada kemudia hari tak dikenakan lagi atau dikenakan kembali seenak hati kita.

Jilbab Islam adalah identitas para wanita muslimah yang menunjukan keimanan mereka yang mau untuk memenuhi panggilan dari Penciptanya.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Komentar akan langsung tayang tanpa moderasi kecuali komentar mengandung spam dan rasis. Untuk itu isilah komentar dengan bijak tanpa spam dan rasis apalagi ujaran kebencian dan caci maki. Agar komentar anda langsung aktif.

Informasi Menarik Lainnya

Author: INDRA

Saya adalah Blogger pemula yang senang berbagi. Alumni salah satu Pondok Pesantren yang ada di kota Bengkulu. Pernah kuliah di STIE Depok jurusan Akutansi Perbankan. Juga pernah merasakan pahit manis kuliah di IAIN Bengkulu jurusan Bahasa Inggris.


#TAG Terkait: ,